SIAP GELAR MUSCAB PERDANA PHRI Sukoharjo Ingin Majukan Pariwisata

BAYU JATMIKO ADI

SUKOHARJO—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sukoharjo akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pertama pada Rabu (22/1). Muscab menjadi komitmen awal bagi 21 anggota PHRI Sukoharjo mendorong pariwisata Sukoharjo.
PHRI Sukoharjo akan lebih fokus mendukung perkembangan pariwisata di Sukoharjo dan sekitarnya. PHRI juga berharap ke depan Sukoharjo memiliki dinas pariwisata seperti daerah lain agar penanganan pariwisata lebih optimal.
Ketua PHRI Sukoharjo, Oma Nuryanto, mengatakan agenda perdana Muscab PHRI Sukoharjo tersebut, selain evaluasi atas kegiatan selama lima tahun terakhir, juga untuk memilih ketua dan pengurus periode 2020-2024.

Kegiatan tersebut akan digelar
di Hotel Multazam, pada Rabu. Tema yang diangkat dalam muscab tersebut adalah Keber-
samaan Hotel dan Restoran Untuk Menggiatkan Kepariwisataan di Sukoharjo dan Soloraya. Menurut dia, tema itu diangkat karena PHRI berharap ke depan pariwisata di Sukoharjo maupun Soloraya secara umum bisa terus maju.
”Sukoharjo sebenarnya punya potensi cukup besar. Ada kampung rotan, kampung jamu, dan sebagainya,” kata dia kepada wartawan dalam jumpa pers di Hotel Best Western Premier Solo Baru, Senin (20/1).
Hanya, Oma menyayangkan di Kabupaten Sukoharjo belum ada dinas pariwisata yang berdiri sendiri, padahal di daerah lain sudah ada. Kondisi itu menghambat ruang gerak baik sumber daya manusia (SDM) pengelola pariwisata maupun dalam hal penganggaran.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sukoharjo mencatat ada 23 hotel di Kabupaten Sukoharjo, yang terdiri atas 14 hotel berbintang dan sembilan hotel nonbintang serta akomodasi lainnya. Hotel berbintang tersebar di Kecamatan Sukoharjo, Baki, Kartasura, dan Grogol.
Dari sisi okupansi, kinerja hotel di Sukoharjo belum menggembirakan. Sepanjang 2018, okupansi hotel berbintang hanya 33,96%, sedangkan okupansi hotel nonbintang hanya 22,82%.
Oma menambahkan ke depan seharusnya kegiatan kedinasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bisa dilaksanakan di hotel-hotel yang ada di Sukoharjo. Hal itu karena saat ini Sukoharjo telah memiliki hotel dengan kapasitas yang sudah memenuhi.
Sekretaris PHRI Sukoharjo, Basid Burhanudin, mengatakan sejauh ini PHRI Sukoharjo telah melakukan beberapa upaya untuk mengenalkan potensi Sukoharjo kepada masyarakat luas. Di antaranya, melalui kegiatan famtrip untuk mengunjungi destinasi-destinasi wisata di Sukoharjo. Anggota PHRI Sukoharjo diminta menyampaikan potensi tersebut kepada tamu masing-masing.
Anggota PHRI Sukoharjo dan panitia Muscab PHRI Sukoharjo, Ika Florentina, ingin setelah muscab pertama, PHRI Sukoharjo lebih merapatkan barisan. Potensi pariwisata yang ada di Sukoharjo bisa sia-sia jika tidak dikelola dengan baik dan hal itu membutuhkan kerja bersama. ”Kami nantinya juga mau audiensi dengan Bupati Sukoharjo, salah satunya untuk merekomendasikan terkait dinas pariwisata tadi,” imbuh dia. (JIBI)