Suporter Berharap Manahan Masuk Hitungan

SOLO—Penikmat sepak bola di Solo dan sekitarnya deg-degan menunggu kepastian stadion yang akan digunakan sebagai lokasi pelaksanaan Piala Dunia (PD) U-20 2021.

Chrisna Chanis Cara
redaksi@solopos.co.id

PSSI memang mengajukan Stadion Manahan Solo sebagai satu dari enam venue yang akan menghelat ajang bergengsi itu. Namun, FIFA dikabarkan hanya akan memilih empat stadion untuk efisiensi dan kemudahan koordinasi.
Sesepuh Pasoepati, Mayor Haristanto, mengaku harap-harap cemas menanti keputusan resmi FIFA. Dia berharap Stadion Manahan dapat terpilih menjadi salah satu venue PD U-20 2021. Menurut Mayor, stadion yang baru saja direnovasi dengan biaya Rp317 miliar itu memiliki fasilitas lengkap untuk menggelar ajang berskala internasional.
Letak Kota Solo yang strategis karena berada di tengah-tengah Pulau Jawa disebut Mayor menjadi salah satu keunggulan Stadion Manahan. “Antusiasme publik Solo maupun daerah lain untuk datang ke Stadion Manahan tentu sangat besar. Apalagi Solo sudah didukung akomodasi, transportasi, dan penginapan yang lengkap. Pengoperasian kereta yang menghubungkan Bandara Adi Soemarmo dan Stasiun Balapan juga bisa menjadi nilai plus,” ujar Mayor saat dihubungi Espos, Senin (20/1).
Stadion Manahan harus bersaing dengan lima stadion lain untuk menjadi tuan rumah PD U-20. Gelora Bung Karno disebut hampir pasti terpilih karena daya tampung dan fasilitas pendukung lain relatif lengkap. Di sisi lain Stadion Gelora Bung Tomo diyakini berpeluang tipis karena masih perlu direnovasi total. Akses menuju stadion juga kurang menunjang.
Meski mendukung Solo sebagai tuan rumah PD U-20, Mayor mewanti-wanti ajang itu tak lantas menggusur Persis Solo dari Stadion Manahan. “Jangan malah dieman-eman, takut rusak. Justru ini menjadi momentum untuk edukasi dan sosialisasi bagi warga [menjadi penonton yang tertib],” ucap Mayor.
Sejumlah pendukung Persis memang khawatir klub kebanggaan mereka kembali jadi musafir karena rencana perhelatan PD U-20 di Stadion Manahan. Beberapa suporter akar rumput dari wilayah Tawangsari di Kabupaten Sukoharjo, dan Karangdowo, Kabupaten Klaten, mulai menumpahkan unek-unek mereka lewat poster.
Sejumlah suporter independen yang tergabung dalam Distrik 23 Tawangsari memasang poster bertuliskan, “Kembalikan Persis ke Kota Solo, Bukan ke Kota Lain” di kawasan Tengklik, Tawangsari, Minggu (19/1) malam.
“Kami berharap Piala Dunia bisa sukses, Persis juga tetap di Manahan. Jangan sampai ada yang dikorbankan,” ujar koordinator Distrik 23, Mardiono. (JIBI)