Wiwaha Gerilya Cari Dukungan Warga

SUKOHARJO—Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo, Wiwaha Aji Santosa melakukan strategi gerilya sembari mengumpulkan dukungan masyarakat berupa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sukoharjo. Hal itu untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas.
Strategi gerilya dilakukan dengan menggelar deklarasi dukungan masyarakat terhadap Wiwaha yang maju sebagai bakal calon bupati (cabup) lewat jalur perseorangan atau independen. Deklarasi dukungan masyarakat kali terakhir digelar di wilayah Nguter pada Sabtu (18/1) malam. Masyarakat yang menghadiri acara itu berjumlah seribuan orang.
Dalam acara itu, seorang perwakilan masyarakat menyerahkan wayang kepada Wiwaha sebagai wujud dukungan masyarakat dari hati nurani. Sebagian besar masyarakat mengumpulkan fotokopi salinan KTP di sekitar lokasi deklarasi masyarakat. Sebelumnya, deklarasi serupa dilaksanakan di wilayah Polokarto pada pekan lalu.
“Pekan ini, deklarasi serupa digelar di wilayah Weru. Strategi gerilya diterapkan untuk menyosialisasikan figur Wiwaha kepada masyarakat,” kata seorang anggota tim pemenangan Wiwaha, Yudianto Ari Wibowo, saat berbincang dengan Koran Solo, Senin (20/1).
Gelombang dukungan masyarakat terhadap Wiwaha bakal mengerek tingkat popularitas dan elektabilitasnya. Terlebih, jumlah minimal dukungan masyarakat calon independen cukup besar yakni 50.126 orang yang tersebar minimal di tujuh kecamatan di Sukoharjo.
Pria yang akrab disapa Yudi ini menargetkan mampu mengumpulkan minimal 30.000 fotokopi KTP pada akhir Januari. “Kami optimis mampu memenuhi target. Saat ini, kami fokus mengumpulkan fotokopi KTP di 100 posko yang tersebar di setiap desa/kelurahan se-Sukoharjo,” ujar dia.
Yudi menyampaikan strategi gerilya bakal dilakukan Wiwaha hingga batas waktu pengumpulan dukungan masyarakat calon independen pada 23 Februari. Wiwaha berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Selain itu, tim pemenangan Wiwaha selalu memantau dinamika politik yang dilakukan setiap partai politik di Sukoharjo. Hingga sekarang, belum satu pun partai yang menerbitkan rekomendasi pasangan calon yang diusung dalam pilkada. “Konstelasi politik bisa berubah setiap saat. Bahkan setiap detik. Kami selalu mengevaluasi kinerja sukarelawan setiap pekan,” papar Yudi.
Sementara itu, Ketua PDM Sukoharjo, Wiwaha Aji Santosa, mengapresiasi dukungan masyarakat yang terus mengalir setiap hari. Wiwaha bakal berjuang bersama sukarelawan yang telah memberi amanah untuk maju sebagai calon pemimpin masa depan di Kabupaten Jamu.
Wiwaha bakal berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan proses demokrasi yang adil dan bersih. “Mari bersama-sama berikhtiar agar keinginan dan kerja keras mendapat ridha Allah SWT. Saya berharap para sukarelawan mampu memahami perbedaan dan santun dalam berpolitik,” kata dia. (Bony Eko Wicaksono)