Terminal Tirtonadi Optimalkan Dropzone

SOLO—Pengelola Terminal Tirtonadi Solo mengopti-malkan dropzone yang berada di barat pintu keluar ter-minal. Langkah itu dilakukan setelah bus kesulitan saat akan keluar terminal dan masuk Jl. Ahmad Yani.
Koordinator Terminal Tirtonadi, Joko Sutriyanto, menjelaskan sebelum dropzone dibangun ratusan calon penumpang banyak menunggu bus di sekitar Jl. Ahmad Yani. Padahal, dalam sehari ada sekitar 600 bus yang berangkat ke arah barat.
”Mobil dan sepe-da motor bisa menggunakan lokasi dropzone,
termasuk angku-
tan online boleh menggu-nakan akses itu. Lokasi drop-
zone terkoneksi dengan akses
penumpang masuk ke ter-minal, sehingga bukan lokasi
menurunkan saja. Kalau lewat
terminal bagian belakang sering
padat,” ujar dia saat ditemui Koran Solo di Terminal Tirtonadi, Selasa (21/1) sore.

Ia menambahkan pembangunan lokasi itu juga mempertimbangkan pertemuan arus lalu lintas saat bus dari arah barat masuk ke terminal.
Ia menjelaskan beberapa calon penumpang belum mengetahui fasilitas baru itu. Namun, petugas yang memantau lewat kamera pengawas langsung memperingatkan melalui pengeras suara agar tidak menimbulkan kepadatan lalu lintas bahkan kecelakaan lalu lintas. Termasuk, petugas mengingatkan apabila lokasi dropzone justru digunakan sebagai lokasi parkir.
Ia menambahkan pengelola terminal juga menambahkan dua lokasi pita kejut di bagian barat dan timur terminal. Salah seorang warga Jebres, Ahmad Latif, menjelaskan baru mengetahui fasilitas dropzone baru itu. Ia menjelaskan apabila hendak menuju ke Jogja ia menunggu bus di pinggir Jl. Ahmad Yani sebelah barat terminal.
Namun, setelah mengetahui papan rambu dropzone itu ia memilih menunggu bus di lo-
kasi dropzone. (Ichsan Kholif Rahman/JIBI)