SPP SMA/SMK Gratis, Uang SPP Dikembalikan

MOH. KHODIQ DUHRI

SRAGEN—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) meminta SMA/SMK yang telanjur menerima uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) dari siswa untuk mengembalikannya paling lambat 31 Maret.
Hal itu ditegaskan Kepala Disdikbud Jateng, Jumeri, saat ditemui wartawan di SMAN 3 Sragen, Rabu (22/1). Melalui surat resmi yang dikirim ke SMA/SMK, kata Jumeri, Disdikbud Jateng meminta SPP yang telanjur dibayarkan ke sekolah itu untuk dikembalikan.
Kendati begitu, Jumeri mempersilakan uang SPP yang telanjur disetor itu dipakai untuk menutup pengeluaran operasional terlebih dahulu.
“Sekarang ini, sekolah sedang tidak punya uang karena BOS [bantuan operasional sekolah] dan BOP [bantuan operasional pendidikan] belum turun. Kalau uang [SPP yang telanjur dibayar] itu mau dipakai dahulu, itu dibolehkan. Uang bisa dipakai untuk menyambung hidup sekolah karena pada prinsipnya sekolah kan harus tetap melayani pendidikan,” papar Jumeri.
Jumeri mengaku sudah mendengar ada sekolah yang telah mengembalikan SPP dari siswa itu. Namun, masih ada sekolah lain yang belum mengembalikan SPP itu kepada siswa karena dipakai dahulu untuk menutup biaya operasional. Dalam hal ini, Disdikbud Jateng akan memberikan pengawasan supaya semua sekolah mengembalikan uang SPP yang telanjur dibayarkan siswa sesuai tenggat. “Pokoknya paling lambat 31 Maret, uang itu harus kembali kepada siswa. Kalau tidak kembali, itu namanya menggelapkan uang orang tua siswa. Soalnya sudah ada uang pengganti kok,” tegas Jumeri.
Seperti diketahui, Pemprov Jateng menggratiskan biaya SPP bagi siswa SMA/SMK mulai 2020. Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) No 420/2020 tertanggal 2 Januari 2020 yang telah diberikan ke sekolah-sekolah. Pada akhir Maret, Jumeri memperkirakan BOS dan BOP sudah bisa cair. Bahkan, uang insentif bagi guru tidak tetap (GTT) juga diprediksi bisa cair pada akhir Maret. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi pihak sekolah untuk tidak mengembalikan SPP siswa yang telanjur dibayarkan. ”Pada akhir Maret, sekolah sudah ayem karena semua [BOS, BOP, insentif GTT] sudah turun. Sementara sekolah memakai uang SPP itu tidak apa-apa. Yang penting nanti dikembalikan dan semua bisa terlayani,” ucapnya.
Jumeri menjelaskan BOP pada 2019 ditetapkan senilai Rp860 miliar. Dengan anggaran sebanyak itu, kini masing-masing siswa mendapat BOP lebih dari Rp1 juta/bulan. Besaran BOP yang diterima siswa, kata Jumeri, selalu meningkat dari tahun ke tahun. “Dulu BOP itu Rp125.000/bulan. Terus naik jadi Rp800.000/bulan, sekarang lebih dari Rp1 juta/bulan,” ucap Jumeri.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengatakan yang gratis bagi siswa SMA/SMK hanya SPP. Dia menegaskan sekolah masih bisa menerima sumbangan dari orang tua siswa yang besarnya tidak mengikat. Namun, Ganjar meminta sumbangan itu tidak bersifat wajib dan tidak dipukul rata. “Ukurannya, kalau ada orang tua siswa yang kurang mampu ya jangan dipungut sumbangan,” paparnya. (JIBI)