PEDAGANG BERMOBIL Pedagang Klewer Berharap Pemkot Tegas

MARIYANA RICKY P.D.

SOLO—Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) kembali memprotes pedagang bermobil yang memangkal di kawasan pasar setempat.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Ratusan pedagang tersebut berjualan di sekitar Masjid Agung, Pasar Cinderamata, parkiran Alun-alun Utara dan sekitarnya.
Keberadaan mereka dianggap berpotensi menurunkan omset pedagang asli Pasar Klewer. Bendahara HPPK, Muflikatin, menyebut pedagang bermobil telah menjadi permasalahan selama bertahun-tahun. Namun, hingga saat ini tak ada penyelesaian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.
“Mereka datang dari luar kota sejak pagi, mangkal, mencegat pengunjung yang akan ke pasar. Akibatnya, pasar jadi sepi. Kami buka pukul 08.00 WIB, sedangkan mereka sejak pukul 04.00 WIB pagi sudah di lokasi. Kami belum menjual apa-apa, mereka mungkin sudah laba beratus ribu rupiah. Kami merasa jengah sebenarnya karena dari dulu persoalan ini tak kunjung selesai,” kata dia saat berbincang dengan Koran Solo, Kamis (23/1).
Muflikatin menyampaikan pedagang bermobil tersebut hampir tidak memberikan keuntungan kepada Pemkot. Mereka tidak membayar retribusi atau pungutan. Biaya yang dikeluarkan hanya parkir yang nilainya tak seberapa dibandingkan pengeluaran peda­gang setiap harinya.
“Kami ingin Pemkot lebih tegas. Ada tindakan seperti razia. Kalau dibiarkan, Pasar Klewer bisa mati,” ucap Muflikatin.
Pelaksana humas Paguyuban Pedagang Pasar Klewer Timur, Tri Suwarni, mengatakan pedagang bermobil biasa mengaku tengah mengedrop dagangan kepada pedagang Pasar Klewer, namun nyatanya melayani perorangan atau eceran.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Heru Sunardi, mengaku sudah mengetahui keluhan pedagang tersebut. “Ya, kami segera minta Satpol PP merazia dan bertindak tegas. Mereka jelas tidak boleh berjualan dengan cara seperti itu. Mereka bisa kena denda yang mahal.” (JIBI)