PENYEBARAN VIRUS CORONA Bandara Adi Soemarmo Awasi Penumpang dari Tiongkok

FARIDA TRISNANINGTYAS

BOYOLALI—Bandara Internasional Adi Soemarmo memperketat pengawasan terhadap penumpang kedatangan dari luar negeri setelah menyebarnya virus corona dari Kota Wuhan, Tiongkok. Terlebih bandara yang dikelola Angkasa Pura I ini memiliki penerbangan langsung dari Kunming, Tiongkok, sepekan sekali.
General Manager Bandara Internasional Adi Soemarmo, Abdullah Usman, mengatakan dari awal pihaknya sudah menyiapkan berbagai hal jika terjadi kasus virus corona.
“Kantor Kesehatan Pelabuhan [KKP] telah menyiapkan thermal scanner dan health alert card yang dibagi kepada para penumpang,” katanya saat ditemui wartawan, Kamis (23/1).
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
Airport Operation and Safety Senior Manager Bandara Internasional Adi Soemarmo, Goentoro, menjelaskan ada pesawat langsung berstatus carter flight dari Kunming, Tiongkok, berangkat Rabu dan landing pada Kamis. Dalam hal ini tugas pokok dan fungsi (tupoksi) terkait kekarantinaan para penumpang berada di tangan KKP. Menurutnya, KKP telah mensosialisasikan kepada maskapai untuk meningkatkan pengawasan khususnya terhadap kondisi penumpang.
Selain itu, KKP juga memasang thermal scanner di pintu imigrasi untuk memantau suhu tubuh penumpang. Meskipun sebenarnya alat tersebut sudah difungsikan di terminal kedatangan internasional sejak lama.
Goentoro menambahkan meski sejauh ini tidak ada kasus atau penumpang yang terindikasi virus corona, namun alat tersebut selalu diaktifkan. Jika nanti ada penumpang yang terindikasi virus tersebut bakal diisolasi sebelum dibawa ke rumah sakit rujukan.
Selain itu, penerbangan carter Kunming-Solo rata-rata membawa 180 penumpang setiap pekan. Penerbangan ini dioperasikan oleh Citilink dan berangkat menuju Tiongkok pada Rabu. Mereka mendarat di Bandara Adi Soemarmo menggunakan pesawat Airbus A320 Neo pada Kamis pagi.
Padahal sebelumnya, manajemen Bandara Internasional Adi Soemarmo tancap gas mendongkrak sektor pariwisata dengan dijajakinya sejumlah rute penerbangan internasional tahun ini. Salah satunya adalah dengan menambah rute dari Tiongkok-Solo pergi pulang (PP).
Bandara Internasional Adi Soemarmo kini tengah menunggu Lion Air yang sudah mengajukan carter flight untuk rute Solo – Hainan PP. Pengajuan rute anyar tersebut menyusul rute carter flight Solo-Kunming yang beroperasi sejak Juli 2019.
Badan Pusat Statistik (BPS) Solo mencatat jumlah penumpang atau wisatawan asing pada penerbangan Solo-Kunming periode Agustus-November 2019 sebanyak 3.558 penumpang. Angka ini terdiri atas 1.786 penumpang datang dan 1.772 penumpang yang berangkat.
Epidemiolog KKP Wilayah Kerja Bandara Adi Soemarmo, Aziza Amalia, menambahkan tim KKP melakukan sejumlah prosedur untuk memastikan kesehatan para penumpang yang datang dari luar negeri. Para petugas memasuki pesawat sebelum penumpang keluar. Mereka bertanya mengenai kondisi kesehatan penumpang. Misalnya, apakah ada penumpang dengan gejala-gejala seperti demam tinggi di atas 38 derajat Celcius, batuk, dan sesak napas.
“Selain pemeriksaan di pesawat, penumpang juga harus melewati thermal scanner yang dipasang di pintu imigrasi. Alat ini akan memberi peringatan kepada petugas jika mendeteksi suhu tubuh di atas 38 derajat.
“Kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Kalau ada indikasi mengarah ke virus corona, maka kami rujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas ruang isolasi,” katanya.
Sementara itu, RSUD dr. Moewardi siap menangani pasien yang terjangkit virus corona. Rumah sakit telah menyiapkan tim khusus serta ruang isolasi bagi pasien yang terjangkit virus.
Kepala Subbag Hukum dan Humas RSUD dr. Moewardi Solo, Eko Haryati, mengatakan telah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan untuk siaga menangani pasien yang terindikasi virus corona. RSUD ini merupakan salah satu rumah sakit pusat rujukan bagi pasien dengan penyakit yang menular dari udara atau airborne.
“Kami memiliki tim dan ruangan isolasi bertekanan negatif yang  berlokasi di lantai satu. Misalnya, ada pasien dengan corona dari bandara kami tempatkan di ruangan isolasi. Akses ruangan dari luar sehingga tidak bersinggungan dengan pasien lain,” katanya saat ditemui Koran Solo. (Wahyu Prakoso/JIBI)