transaksi lewat Medsos Polisi Tangkap Penculik Anak

GRESIK—Aparat kepolisian resor Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menangkap Achmad Muzakki Maulana, 25, warga Perum Banjarsari Asri, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, yang diduga melakukan penculikan anak karena adanya pesanan seorang dari Bogor.
Kapolres Gresik AKBP, Kusworo Wibowo, di Gresik, Selasa (4/2), mengatakan tertangkapnya tersangka, karena korban Saw sempat berteriak dan melarikan diri saat dibawa dengan mobil tersangka.
Awalnya, Saw disuruh ayahnya membeli makanan ringan di sebuah warung di Dusun Sukorejo, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, pada Senin (3/2) pukul 18.00 WIB.
Tiba-tiba dari kejauhan, Saw dipanggil oleh tersangka yang sedang menaiki mobil Daihatsu Sigra warna perak berpelat nomor W 1187 EE .
“Saya dipanggil dengan cara melambaikan tangan. Saya kira dia minta tolong karena mobilnya mogok. Saat saya datangi pelaku memaksa saya masuk ke dalam mobil, tapi saya tolak,” ujar Saw yang saat ini duduk di bangku kelas V SD itu.
Seusai dipaksa masuk mobil dengan cara didorong, korban duduk persis di samping tersangka yang menyetir kendaraan.
Dalam perjalanan, Saw menangis dan berusaha keluar mobil dengan cara membuka pintu, dan berhasil keluar serta melompat dari mobil dan lari berteriak minta tolong.
Teriakan Saw kemudian didengar warga, dan warga mengejar tersangka yang melarikan diri ke arah utara. Warga berhasil menangkap tersangka. Dengan emosi, warga merusak mobil dan menghajar tersangka hingga babak belur.
“Tersangka terancam UU Anak Pasal 76 nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” kata Kusworo menegaskan.
Sementara itu, tersangka mengaku terpaksa melakukan penculikan karena tergiur dengan imbalan Rp30 juta dari seorang yang dikenalnya melalui aplikasi MiChat.
Tersangka yang berprofesi sebagai pengemudi taksi daring itu mengaku belum bertemu dengan orang yang dikenalnya itu. Dia hanya berkomunikasi melalui media sosial, yang meminta mencari anak dengan diberi imbalan.
Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo mengimbau kepada orang tua serta masyarakat untuk menjaga anaknya masing-masing, dan jangan panik berlebihan. (Antara/JIBI)