PERESMIAN STADION MENGUNDANG TIM LUAR NEGERI Manahan Nyaris Sempurna

SOLO—Stadion Manahan dianggap nyaris sempurna untuk menggelar Piala Dunia Usia 20 pada 2021 mendatang.

Chrisna Chanis Cara
redaksi@koransolo.co

Penyempurnaan yang harus dikebut adalah penataan pedagang di sekitar stadion serta penambahan lampu dari 1.500 lux atau standar pertandingan level Asia menjadi 2.400 lux.
“Saya belum meninjau venue lain seperti Stadion Bung Tomo Surabaya. Namun sejauh ini stadion yang hampir selevel dengan GBK baru Stadion Manahan,” ujar Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat mengecek kesiapan Stadion Manahan, Minggu (9/2).
Dengan dukungan suporter yang tertib, menurut Iwan Bule—sapaan Mochamad Iriawan, Stadion Manahan akan menjadi venue PD yang luar biasa. Stadion yang baru saja dibangun ulang dengan dana Rp317 miliar itu, memiliki fasilitas mentereng yang tak banyak dimiliki stadion lain.
Bersambung ke Hal. 7 Kol. 1
Fasilitas itu seperti kursi full single seat, fasilitas jacuzzi, empat ruang ganti pemain yang representatif, serta ruang wasit, ofisial, ruang pemanasan, hingga ruang untuk tes doping.
“Stadion lain masih perlu banyak pembenahan, kalau Manahan ini sudah sesuai standar FIFA. Bagus, hampir sempurna,” ujar Iwan didampingi Sekjen PSSI, Ratu Tisha.
Iwan hanya menyoroti penataan lingkungan sekitar stadion yang belum sepenuhnya rampung.  Tempat parkir dan akses menuju venue juga menjadi perhatian. Iwan masih menimbang usulan penambahan lampu penerangan di stadion berkapasitas 20.000 orang tersebut.
Saat ini Stadion Manahan sudah dilengkapi penerangan mencapai 1.500 lux atau standar pertandingan level Asia. Adapun FIFA memiliki standar penerangan 2.400 lux. “Akan kami cek dulu. Kalaupun ada penambahan mungkin tidak terlalu banyak,” kata Iwan.
Lebih jauh dia mewanti-wanti suporter di Solo ikut menyukseskan PD U-20 dengan menjaga ketertiban saat di stadion. Iwan mengatakan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah ajang internasional sekelas PD adalah kesempatan langka. “Kalau suporter enggak kondusif, khawatir menjadi penilaian tersendiri oleh FIFA. Mari kita jaga bersama, saya titip,” ujar Iwan.
Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan Pemkot mendukung penyelenggaraan PD U-20 dengan menyiapkan lima lapangan pendukung. Rudy mengaku tengah menyiapkan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL), analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) maupun analisis dampak lalu lintas (andalalin)  untuk menunjang renovasi lapangan yakni Stadion Sriwedari, Kota Barat, Karangasem, Sriwaru, dan Banyuanyar.
“Anggaran pembangunan lapangan latihan dari pusat, kami hanya pendampingan dokumen penunjang,” ujar Rudy.
Peresmian Stadion
PSSI memberikan sinyal pe­resmian Stadion Manahan bakal dimeriahkan tim luar negeri. Tim impor tersebut rencananya sekaligus menjadi lawan uji coba Timnas Indonesia U-19.
Di sisi lain, laga ekshibisi antara Timnas Indonesia U-16 melawan Thailand U-16 yang sedianya digelar di Stadion Manahan pada 22 November mendatang dipastikan batal.
Iriawan mengaku sedang men­cari tim luar negeri untuk me­meriahkan peresmian Stadion Ma­nahan. Belum dipastikan tim yang akan diundang adalah timnas negara lain atau klub bola impor. “Kami sedang mencari tim luar negeri yang akan menghadapi Timnas U-19. Laga ini nantinya sekaligus menjadi peresmian Stadion Manahan,” ujar Iwan Bule.
PSSI mengaku belum mengetahui jadwal pasti digelarnya laga tersebut. Menurut Iwan, waktu peresmian Stadion Manahan merupakan wewenang Presiden Joko Widodo dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Wacana peresmian Stadion Manahan sudah bergulir sejak akhir tahun lalu. Namun hingga kini belum ada kejelasan terkait agenda tersebut. “Itu Kemenpora yang tahu, kami hanya diminta menyiapkan lawan tanding,” ujar Iwan.
Lebih jauh PSSI memastikan laga ekshibisi antara Timnas U-16 kontra Thailand U-16 di Stadion Manahan pada 22 November urung digelar. Iwan beralasan sang lawan tanding berhalangan hadir. Duel melawan Thailand U-16 di Solo sebelumnya disusun mengingat Timnas U-16 tengah menjalani pemusatan latihan di Jogja pada 16-28 Februari.  Ada 22 pemain yang ikut pemusatan latihan di bawah pelatih Bima Sakti. “Kami menekankan fisik serta kerjasama antar lini dari setiap pemain,” ujar Bima Sakti dilansir pssi.org.
Pemusatan latihan secara berkala akan digeber Timnas U-16 untuk mencapai target juara Piala AFF U-16 dan menembus perempat final Piala AFC U-16 2020. (JIBI)