TENTARA STRES MENGAMUK DI THAILAND Bak Film Zombie, 27 Nyawa Terenggut

BANGKOK–Pembagian komisi bisnis properti yang dinilai tidak adil membuat stres seorang tentara di Thailand, Peltu Jakrapanth Thomma.
Tragis, tentara labil itu mengamuk di sebuah mal dan menewaskan sedikitnya 27 orang serta melukai puluhan orang lainnya.
Kejadian memilukan itu berlangsung di Mal Terminal 21 di Kota Nakhon Ratchasima atau biasa disebut juga sebagai Kota Korat, Thailand, Sabtu (8/2) malam hingga Minggu (9/2) pagi.
Aksi pelaku sepanjang malam membuat suasana ceria Sabtu malam di Mal Terminal 21 berubah menjadi seperti adegan film aksi. Pasukan keamanan Thailand mengepung mal dan membantu ratusan pengunjung menyelamatkan diri.
Bersambung ke Hal. 7 Kol. 1
Para pengunjung dan pekerja mal keluar secara bertahap dalam kondisi bingung dan lelah.
“Ini seperti mimpi. Saya bersyukur selamat,” ujar Sottiyanee Unchalee, 48 tahun.
Unchalee bersembunyi di toilet sanggar kebugaran di dalam mal ketika mendengar suara tembakan. “Benar-benar bikin panik, seperti film zombie,” kata Chanatip Somsakul, 33, yang tengah bersama istri dan putrinya yang berusia tiga tahun ketika insiden berdarah itu terjadi.
Pihak berwajib sempat menjemput ibu pelaku dari kampung halamannya di Provinsi Chaiyaphum dalam upaya membujuknya agar menyerah. Namun komandan operasi di lapangan Mayjen Jirapob Puridet, menyebut mereka tak bisa mendekat lebih jauh lagi ke mal karena situasi belum memungkinkan.
Si ibu kemudian juga menyatakan tak ada gunanya bicara dengan anaknya yang disebutnya mengalami depresi dan sangat emosional.
Pasukan keamanan akhirnya memutuskan langsung berhadapan dengan pelaku karena adanya sejumlah orang yang terjebak. “Sejumlah orang terjebak ketika bersembunyi di sebuah ruang pendingin. Mereka mengirim pesan teks bahwa tingkat oksigen di ruangan itu sudah sangat rendah dan mereka mulai merasa tercekik,” kata Puridet. ”Jadi kami mengambil risiko untuk langsung mengadangnya agar bisa segera membebaskan orang-orang yang terjebak,” kata dia.
Pelaku akhirnya tewas tertembak timah panas. Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-O-Cha, mengutuk peristiwa yang mengguncang dunia tersebut. “Ini belum pernah terjadi sebelumnya di Thailand dan saya berharap ini menjadi yang terakhir,” ujar Perdana Menteri ketika menjenguk para korban luka di rumah sakit, seperti diberitakan Anadolu Agency.
Seorang remaja berusia 13 tahun dan seorang personel keamanan termasuk korban meninggal di mal itu. PM Prayuth yang mantan panglima militer menyebut ada “persoalan pribadi” terkait penjualan rumah atau utang-piutang yang menyebabkan pelaku mengamuk selama berjam-jam seraya mengunggah aksinya lewat Facebook. Pelaku merasa telah ditipu dalam transaksi itu.
Juru bicara militer Letjen Kongcheep Tantravanich seperti dikutip CNN menyebut pelaku bertikai dengan sesama anggota militer terkait uang imbalan penjualan properti.
Prayuth juga membantah ada kecerobohan di barak militer tempat Jakrapanth memulai aksinya, di mana dia menembak komandan pangkalan, lalu mencuri senjata dan kendaraan militer.
“Semuanya dijaga ketat. Dia [pelaku] melumpuhkan penjaga. Ini bukan masalah kecerobohan,” kata Prayuth. Letjen Thanya Kiatsarn, Panglima Komando Wilayah II, menyebut penjaga gudang senjata yang diserang oleh Jakrapanth luka parah dan kemudian meninggal dunia. (R. Bambang Aris Sasangka/Antara/Detik/JIBI)