Cari Makan, Kera Liar Masuk Rumah

SUKOHARJO—Warga Kecamatan Bulu, Sukoharjo, resah karena merajalelanya kera liar di wilayah perbukitan Batu Seribu. Kawanan kera tersebut merusak dan memakan tanaman warga.

Indah Septiyaning W.
redaksi@koransolo.co

Warga Dusun Sungsang, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Sukidi, mengatakan kera yang turun ke desa mencapai puluhan ekor. Kera liar ini tidak hanya mengobrak-abrik tanaman milik warga, juga masuk permukiman. Yang diserbu kera adalah tanaman kacang, ketela pohon, dan lainnya.
Warga tidak bisa berbuat banyak terhadap kawanan kera tersebut. Selain jumlahnya banyak, kera-kera tersebut juga tidak takut lagi jika hanya diusir dengan tangan kosong.
”Karena itu saat ini banyak warga yang mengusir dengan bunyi-bunyian yang keras,” katanya, Selasa (11/2).
Menurutnya, menggunakan kayu menjadi opsi warga mengusir kera. Kawanan kera akan bubar saat mendengar suara keras. Kera liar ini terlihat saat siang hingga sore hari.
Pangan Habis
Serangan kera liar itu berlangsung sejak musim kemarau lalu. Warga menduga stok pangan di perbukitan Seribu sudah habis sehingga mereka turun bukit. Pada musim kemarau panjang, banyak pohon di bukit tak berbuah.
”Polah kera sangat lucu-lucu. Mereka juga pintar, masuk ke rumah bawa makanan warga ke luar,” katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan penanganan kera liar tidak sebatas mengusir agar tidak merusak tanaman dan rumah warga, namun juga menyediakan bahan pangan di habitatnya.
Tidak kalah penting yakni dengan melakukan pengendalian populasi mengingat dalam perkembanganya kera di wilayah pegunungan di Kecamatan Bulu semakin banyak. ”Tim gabungan Pemkab dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP serta instansi terkait lain melibatkan TNI-Polri dikerahkan membantu warga dalam penanganan serangan kera,” kata dia.
Petugas membantu warga mengusir kawanan kera. Pihaknya juga tengah merumuskan cara mencegah serangan kera liar itu.