Juni, Pemkot Kunci Data Kemiskinan

SOLO—Pemkot Solo akan mengunci data kemiskinan berbasis home visit (kunjungan rumah) pada Juni mendatang.

Mariyana Ricky P.D.
redaksi@koransolo.co

Saat ini, pendataan keluarga miskin (gakin) masih berproses pada uji publik yang ditenggat rampung pada pertengahan Maret. Setelah uji publik selesai, petugas bakal mendatangi rumah gakin untuk verifikasi dan validasi (verval).
Kabid Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kota Solo, Dian Renata, mengatakan verval didasarkan pada data uji publik tingkat kelurahan.
“Kami menyelesaikan uji publik berjenjang di tingkat RT, RW, dan kelurahan. Setelah di kelurahan selesai, data tersebut diserahkan ke petugas home visit. Kami harapkan pertengahan Maret, verval sudah mulai berjalan, tapi kalau kelurahan kecil saya rasa pekan kedua Februari sudah bisa mulai,” kata dia saat dihubungi Koran Solo, Senin (10/2).
Petugas dibekali aplikasi Android Sistem Informasi Kesejahteraan Elektronik (SIK el) yang fiturnya telah diperbarui menyesuaikan masukan di lapangan. SIK el versi terbaru mulai bisa digunakan petugas per 17 Februari. Cara kerja singkat aplikasi SIK el, adalah saat petugas selesai kunjungan dan mengisi seluruh data, akan muncul skor dan prioritas. Jika prioritasnya layak dibantu maka warga itu otomatis masuk database SIK-el.
“Verval ditargetkan rampung Mei, karena jangka waktunya dua bulan. Setelah datanya selesai akan kami gunakan sesuai Surat Edaran [SE] Wali Kota tentang penerima manfaat bantuan sosial di tiap OPD [organisasi perangkat daerah]. Entah itu, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, ketahanan pangan, dan sebagainya harus mengacu pada data SIK el,” jelas Dian.
Data SIK-el, sambungnya, juga bakal menjadi sumber data Pemkot memperbarui BDT (Basis Data Terpadu) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sehingga survei masyarakat sasaran bantuan sosial (bansos) tidak perlu dilakukan setiap bantuan akan diserahkan. Lewat cara ini, pihaknya berharap data daerah dan pusat memiliki kesamaan.
“Karena pembaruan data nasional itu ada jangka tiga bulanan dan enam bulanan. Pembaruannya berupa jenis bantuan dan data DTKS. Kami tinggal menyesuaikan dengan pusat karena datanya sudah punya. Data paling baru dari verval ini akan dijadikan SK (Surat Keputusan) Wali Kota per Juni 2020,” kata dia.
Sebelumnya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mememinta masyarakat ikut uji publik data kemiskinan di lingkungan terdekatnya (RT/RW). Hal tersebut dilakukan guna menyempurnakan data warga yang benar-benar berkategori miskin dan membutuhkan penanganan program pemerintah. Selain itu, untuk memperbarui data warga miskin (gakin) yang meninggal dunia, pindah domisili, data ganda, dan lain sebagainya.