Pengguna dan Bandar SS Ditangkap Polisi

SOLO—Sapto Wuryatmojo, 41, warga Kusumodilagan, Joyosuran, Pasar Kliwon, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena mengonsumsi sabu-sabu (SS).
Sapto ditangkap petugas Satreskrim Polsek Serengan seusai membeli dua paket SS senilai Rp1 juta dari Prasetyo Budi Kurniawan, 43, warga Kelurahan Baluwarti, Pasar Kliwon.
Keduanya ditangkap tak lama setelah bertransaksi sabu-sabu di Jl. Patimura, Serengan, Senin (27/1) lalu.
Kapolsek Serengan, Kompol Giyono, mengatakan Satreskrim Polsek Serengan memperoleh informasi akan ada transaksi SS di wilayah Serengan. Setelah mengecek informasi itu, kepolisian menjumpai Sapto melintas di Jl. Patimura, Serengan. Saat menggeledah, polisi menemukan dua paket SS, satu korek gas, dan sebuah alat isap bekas.
“Kami lantas mengembangkan keterangan dari Sapto dan menangkap Prasetyo sebagai pengedar sabu-sabu itu. Saat menggeledah Prasetyo, kami menemukan satu paket sabu-sabu serta dua buah handphone yang digunakan pelaku untuk bertransaksi,” ujar dia mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai, saat menggelar jumpa pers di Mapolsek Serengan, Selasa (11/2)
Menurut dia, kedua tersangka mengenal cukup lama dan beberapa kali mengonsumsi sabu-sabu bersama.
Kedua pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) UU No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.
Sementara itu, Sapto, mengaku lima bulan ini menggunakan SS agar kuat begadang dan kuat dalam bekerja. Ia mengaku harus bolak-balik Solo-Lampung sebagai surveyor proyek pembangunan di Lampung. “Kalau tidak nyabu nanti mudah lelah, sebenarnya tidak ada bedanya dengan merokok, sama saja,” ujar dia.
Ia mengaku pada 2010 pernah mendekam selama empat bulan di penjara seusai mencuri handphone di wilayah Serengan.
Prasetyo mengaku baru sebulan mengonsumsi SS. Ia memperoleh sabu-sabu dari seseorang di media sosial. (Ichsan Kholif Rahman)