Warga Begalon Curi Puluhan HP dengan Sasaran Sekolahan

SUKOHARJO—Pencuri handphone Aditya Kleymibi Mestuson alias Lesti, 26, warga Rusunawa Begalon, Solo, menggasak puluhan handphone di 20 Sukoharjo, Klaten, dan dibekuk Polres Sukoharjo pada 2 Februari lalu.
Dia adalah residivis kambuhan yang biasa mencuri handphone di sekolah-sekolah. Pelaku menggasak puluhan handphone dari 20 tempat kejadian perkara (TKP) di empat daerah di Soloraya. Perinciannya, lima TKP di Kabupaten Sukoharjo, lima TKP di Boyolali, tujuh TKP di Klaten, dan empat lokasi di Karanganyar.
Sebelumnya pelaku pernah dua diadili dalam kasus serupa pada 2019 lalu dengan hukuman sembilan bulan penjara dan pada 2018 dengan hukuman 15 bulan bui. Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan Lesti adalah residivis maling spesialis di SMA. Modusnya pelaku masuk ke area sekolah dengan menyaru menjadi wali murid yang mencari seseorang di sekolah tersebut.
”Pelaku ini masuk ke sekolah-sekolah dengan menyamar sebagai kerabat dan wali murid untuk mencari salah satu murid. Kemudian saat masuk ke dalam kelas, dan melihat handphone langsung digasak,” kata Kapolres saat gelar perkara di Mapolres Sukoharjo, Selasa (11/2).
Penangkapan pelaku dilakukan setelah Polres Sukoharjo menerima laporan pencurian di SMA Negeri 1 Sukoharjo. Dari laporan itu, pencurian terjadi di ruang MIPA SMAN 1 pada 2 Februari sekitar pukul 10.00 WIB. Tiga HP siswa raib, masing-masing HP Oppo A371 warna Gold dan HP Real Me dan HP Oppo F1s.
”HP milik siswa ini hilang di ruangan kelas MIPA yang saat kejadian kosong karena siswa sedang di luar kelas untuk latihan,” katanya.
Polres menindaklanjuti laporan dengan memeriksa rekaman CCTV dan mendapati terduga pencuri. Dari rekaman CCTV itu, polisi mengantongi identitas dan memburu pelaku. Polres Sukoharjo menangkap Lesti pada Rabu (5/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Pelaku ditangkap di Jl. Jenderal Sudirman di depan Pegadaian Kabupaten Sukoharjo.
Dari tangan pelaku, aparat menyita barang bukti di antaranya sepeda motor Honda Vario berpelat nomor AD 2285 BS, satu buah HP merek Fujitsu Arrows warna hitam, satu charger merek Oppo dan satu buah power bank merek Zola warna putih.
Selain itu barang bukti dosbox Oppo tipe A37F warna gold, dosbox Realme 3 warna hitam biru, dan dosbox Oppo tipe F1s warna putih gold. Pelaku mengaku juga melancarkan aksi mencuri handphone di sekolah lain di luar Sukoharjo.
”Hasil kejahatan pelaku ini ternyata dijual online. Ada yang batangan, ada yang full set,” kata Kapolres.
Lesti mengaku hanya mencuri ponsel di sekolah-sekolah. ”Uangnya hasil penjualan saya gunakan untuk bersenang-senang. Saya ini hanya pengangguran jadi tidak punya uang,” katanya. (Indah Septiyaning W.)