Foto Polwan Dicatut Penipu Jual Beli hingga Asmara

SOLO—Thaharah, 30, warga Masin, Warungasem, Kabupaten Batang, menjadi korban penipuan. Penipu menggunakan foto-foto anggota polwan Solo, Briptu Ari Fitri, untuk memperdaya Thaharah.
Thaharah mentransfer uang Rp4,5 juta sebagai uang muka pembelian sepeda motor Honda CBR. Uang itu dikirim kepada seseorang yang menggunakan foto Ari Fitri.
Di ruang Satreskrim Polresta Solo, Rabu (12/2) pagi, Thaharah, menceritakan awalnya ia menemukan akun Facebook bernama Ari Fitri yang menjual berbagai sepeda motor dengan harga sangat murah. Karena suaminya menginginkan sepeda motor sport, ia menghubungi akun Facebook itu. Pemilik akun menawarkan Honda CBR baru seharga Rp12juta.
“Penipu bilang ke saya bahwa sepeda motor yang dijual merupakan motor hasil lelang sehingga dijual dengan harga murah. Saya tidak curiga karena penjual motor itu mengaku sebagai polwan Polresta Solo. Bahkan, ia menunjukkan foto, KTP, dan KTA polisi milik Ari Fitri,” ujar dia saat ditemui Espos seusai memberikan keterangan kepada polisi.
Sebelum bertransaksi ia sempat menemui seseorang yang mengaku Ari Fitri. Ia merasa yakin setelah pertemuan itu. Lantas, ia mentransfer uang Rp1,5 juta pada Januari dan Rp3 juta pada awal Februari lalu.
Setelah mentransfer uang, ia dijanjikan motor segera dikirim. Sisa pembayaran diselesaikan secara kredit Rp1juta setiap bulan. “Lalu saya menelusuri alamat yang diberikan di wilayah Pasar Kliwon. Tetapi saat saya cek ternyata tidak ada alamat itu. Lalu saya diarahkan oleh ketua RT ke Mapolsek Pasar Kliwon lalu ke Polresta Solo. Setelah bertemu dengan Mbak Ari Fitri saya baru tahu kalau ditipu. Ternyata berbeda orang yang menemui saya dengan Ari Fitri yang asli,” ujar dia.
Briptu Ari Fitri mengaku nama dan fotonya sudah digunakan sebagai modus penipuan sejak 2018. Bahkan ia tidak bisa menghitung jumlah korban penipuan yang mencatut namanya karena jumlahnya cukup banyak.
“Pelaku mengambil foto saya dari Instagram dan membuat identitas KTP dan KTA polisi palsu untuk meyakinkan korban. Modusnya bermacam-macam dari jual beli sepeda motor hingga handphone. Sangat banyak sekali akun Facebook yang menggunakan nama dan foto saya berseragam polisi,” ujar dia saat dijumpai wartawan.
Menurut dia, ia sudah melaporkan kejadian itu kepada pimpinannya. Hasilnya, dua orang ditangkap di wilayah Sulawesi. Namun, orang yang menyalahgunakan fotonya masih belum berhenti.
Ia mengaku sudah tidak menggunakan akun Facebook miliknya sejak beberapa tahun terakhir. Akun Instagram miliknya yang mencapai 76.000 pengikut juga sudah tidak digunakan.
Bahkan, foto-foto polwan cantik itu juga digunakan sebagai modus penipuan bermodus asmara. Ia mengaku pada 2019 ada lelaki berasal dari Palembang bernama Suwarno datang ke Mapolresta Solo.
“Saat itu saya sedang apel pagi, Suwarno menunggu saya di depan Polresta Solo. Suwarno hendak menemui saya dan akan membawa saya menikah di Palembang. Ternyata, Suwarno sudah berhubungan asmara dengan perempuan yang mengaku sebagai saya selama dua tahun. Bahkan, Suwarno sering mentransfer uang kepada perempuan itu. Anehnya, selama dua tahun itu Suwarno belum pernah ketemu dengan sosok Ari Fitri palsu,” ujar dia.
Ia mengaku tidak hanya foto miliknya yang digunakan sebagai modus penipuan. Banyak pula foto polwan lain yang digunakan dengan modus serupa.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan modus jual-beli online dengan harga murah. Termasuk apabila penjual mengaku sebagai polisi dengan menunjukkan KTA polisi. Menurut dia, seorang polisi tidak sembarangan dalam menunjukkan KTA polisi. (Ichsan Kholif Rahman)