Generasi Milenial Sadar Kewajiban Bayar Pajak

BOYOLALI–Tingkat kesadaran kaum milenial membayar pajak mencapai 90%. Internet menjadi faktor utama yang memengaruhi kesadaran kaum milenial ihwal pajak. Kaum milenial tersebut berusia 20 tahun hingga 34 tahun.
Kesimpulan tersebut berdasarkan survei Centre for Indonesia Taxation Analysis (CITA) yang digelar pada September 2019. Hasil survei ini disampaikan dalam orasi ilmiah bertajuk Peran Serta Dunia Pendidikan dalam Kesadaran Pajak sebagai rangkaian acara hari ulang tahun (HUT) ke-12 Universitas Boyolali di aula kampus tersebut, Selasa (11/2).
Orasi ilmiah disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II, Rudy Gunawan Bastari. Acara itu dihadiri Rektor Universitas Boyolali Muhammad Irnawan Darori; Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali Masruri; serta Ketua DPRD Kabupaten Boyolali S. Paryanto.
Rudy mengatakan Internet menjadi faktor utama yang mendongkrak kesadaran kaum milenial untuk taat membayar pajak. Lebih dari 85% kaum milenial memperoleh atau secara sengaja mencari informasi mengenai pajak melalui gawai. Mereka mengakses informasi dan memanfaatkan akses layanan e-filling, e-billing, maupun informasi mengenai manfaat pajak.
”Pajak dipahami sebagai kewajiban moral untuk negara,” ujar Rudy.
Kendati begitu, hanya ada sekitar 50% dari wajib pajak pribadi dan wajib pajak badan yang menyatakan pengelolaan pajak sudah transparan.
Sejumlah wajip pajak pribadi menyebut pemerintah seharusnya memperbaiki ekosistem perpajakan menjadi lebih akuntabel dan transparan. Wajib pajak badan merekomendasikan agar uang pajak lebih banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang bisa dinikmati masyarakat.
”Hal ini menjadi tantangan bagi Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan,” ujar Rudy.
Survei oleh CITA tersebut melibatkan 1.142 responden yang diwawancarai, meliputi 929 wajib pajak. Sebanyak 78% responden berasal dari Jawa dan 22% responden dari luar Jawa. Sedangkan wajib pajak badan yang terlibat sebanyak 213 unit yang terdiri atas 68% di Jawa dan 32% di luar Jawa.
Data nasional tentang kepatuhan membayar menjelaskan dari 3,1 juta badan yang terdaftar, ada 770.000 wajib pajak badan yang melaporkan pajak tahunan, dan 320.000 wajib pajak badan membayar kewajiban pajak. Kepatuhan orang pribadi menunjukkan dari 265 juta orang ada 35,5 juta wajib pajak orang pribadi terdaftar dengan 11,1 juta wajib pajak rutin melapor tahunan.
Di tingkat lokal Kabupaten Boyolali, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kabupaten Boyolali, Mohamad Rifki Rachman, mengatakan kepatuhan seluruh wajib pajak badan usaha maupun orang pribadi dalam penyampaian surat pemberitahuan tahunan mencapai 90% atau sedikitnya 74.000 wajib pajak dari total 80.000 wajib pajak.
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kabupaten Boyolali menargetkan sedikitnya 98% wajib pajak melaporkan surat pemberitahuan tahunan pada 2020. (Nadia Lutfiana Mawarni)