Pelaksanaan Proyek Pasar Klewer Melambat

PASAR KLIWON—Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo meminta pelaksana proyek untuk mengebut pekerjaan. Hal ini karena proses pembangunan berjalan sedikit melambat.
Proyek yang dimulai pada 18 Desember 2019 itu baru menyentuh 11 persen per 6 Februari, meski musim penghujan belum mencapai puncaknya. Pembangunan ulang pasar tekstil itu berlangsung selama 240 hari kalender atau delapan bulan.
“Kami lihat progress-nya sedang, tidak melampaui target atau telat. Cuma menurut saya sedikit lambat. Seharusnya pelaksana itu menabung pekerjaan agar tidak terburu-buru di akhir masa kontrak. Sehingga saat ada kendala-kendala, mereka punya waktu lebih untuk merampungkan,” kata Kepala Disdag Kota Solo, Heru Sunardi, saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (11/2).
Ia menyebut kendala keterlambatan salah satunya dikarenakan jumlah mesin bor yang hanya dua unit. Disdag kemudian menyarankan agar pelaksana menambah unitnya. Kendala lain adalah ketersediaan beton kolom k1 yang hanya disuplai oleh satu perusahaan.
“Mereka cuma merujuk satu perusahaan, jadi kalau habis harus menunggu. Saran kami untuk mencari perusahaan lain agar tidak hanya menunggu satu perusahaan, sehingga langsung sambung menyambung atau tidak perlu menunggu,” jelas dia.
Heru menyebut semakin ke belakang proyek pembangunan bakal kian rumit dan membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang. Sehingga, ketika pelaksana memiliki tabungan progress, mereka tidak khawatir apabila ada keterlambatan pekerjaan. Terlebih, pelaksana juga melalui momen Lebaran yang biasanya harus meliburkan pekerja.
“Namun, kami hanya bisa memberikan masukan, kewenangan ada di tingkat pusat. Soalnya, kendala musim penghujan juga belum ada karena awal tahun ini ternyata hujan tidak turun setiap hari,” beber Heru.
Sebelumnya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menyatakan pelaksana merampungkan pekerjaan senilai Rp48 miliaran itu sesuai spesifikasi. Ia juga mempersilakan pelaksana berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait jika akan mendatangkan alat-alat berat. (Mariyana Ricky P.D.)