Ribuan THL Solo Belum Terima Honor

SOLO—Ribuan tenaga harian lepas (THL) Pemkot Solo belum menerima pembayaran honor Januari dan Februari.

Mariyana Ricky P.D.
redaksi@koransolo.co

THL yang menginduk pada organisasi perangkat daerah (OPD), kelurahan, dan kecamatan tersebut baru bisa menerima honor paling lambat akhir pekan ini atau pekan depan.
Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan keterlambatan dikarenakan terdapat penyesuaian honor dari yang semula Rp60.000 menjadi Rp70.000.
“Mereka bukan tenaga kontrak dengan perjanjian kerja [TKPK], tapi THL. Seperti petugas linmas [perlindungan masyarakat] dan sebagainya. Tiap kelurahan dan kecamatan berbeda jumlahnya, jadi dibagi per piket. Nah, honornya per piket itu, harian,” kata dia saat ditemui Koran Solo, Rabu (12/2).
Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan petugas terlambat mengajukan penganggaran honor karena adanya kenaikan.
“Telat yang mengajukan anggaran. Petugas juga masih menyesuaikan sistemnya, semula kan diajukan Rp60.000 terus jadi Rp70.000. Saya mengira sudah pada mengajukan, secepatnya bisa diterimakan,” jelas Rudy.
Camat Jebres, Sulistiarini, mengatakan jumlah THL linmas di kecamatan berjumlah 153 orang. Seluruhnya belum menerima honor sampai pekan kedua ini.
“Sudah kami ajukan awal pekan, kalau tidak besok [hari ini], ya, lusa. Sebenarnya karena ada kenaikan honor itu jadi kami agak telat. Kami berusaha agar bisa cair secepatnya,” jelas dia saat ditemui Koran Solo di tempat yang sama.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Gatot Sutanto, mengakui adanya keterlambatan tersebut, salah satunya pada THL kebersihan. “Memang ada kenaikan. Sehingga perlu ada penyesuaian di sistemnya. Per Rabu ini, mereka sudah mulai menerima gaji. Saya memohon maaf kepada petugas atas keterlambatan tersebut. Ini salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelas dia saat dihubungi terpisah.