Tak Sekadar Penawar Luka

MILAN—Juventus akan melawat ke kandang AC Milan pada leg pertama semifinal Coppa Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Jumat (14/2)
dini hari WIB.

Ivan Andimuhtarom
redaksi@koransolo.co

Keduanya adalah tim terluka di Liga Seri-A Italia. Milan yang berstatus tuan rumah, tumbang dari seteru abadi mereka, Inter Milan pada Senin (10/2) dini hari WIB dengan skor 2-4. Sementara itu, Juve secara mengejutkan tumbang dari Hellas Verona dengan skor 1-2, Minggu (9/2).
Laga Milan versus Juve di Coppa Italia sarat gengsi. Juve menjadi tim paling dominan dengan 13 trofi juara. Klub yang berbasis di Turin ini bahkan memenangi trofi juara empat kali berturut-turut, sebelum Lazio muncul sebagai pemenang musim lalu.
Lawan mereka di semifinal kali ini, AC Milan, telah lima kali memenangi Coppa Italia. Namun, mereka kali terakhir mengangkat trofi pada 2003/2004.
Kedua tim memiliki rekam jejak persaingan sengit sebagai klub paling bersejarah di Italia. Keduanya sudah berjumpa sebanyak 230 kali. Sebanyak 99 laga berhasil dimenangi Juve, sedangkan 66 kemenangan dicatatkan AC Milan. Sisanya, kedua tim bermain imbang.
Menariknya, kurva peningkatan performa Juve selama satu dekade terakhir berbanding lurus dengan penurunan performa Milan. AC Milan gagal mengalahkan Juve sejak 2016.
Performa mereka di Liga Seri-A musim ini juga berbanding terbalik. Meski baru saja menderita kekalahan, Juve masih menempati posisi runner up klasemen sementara berada di bawah Inter Milan. Sementara itu, Milan terseok-seok di papan tengah klasemen dan kini berada di peringkat 10 dengan torehan 32 poin dari 23 laga.
Performa Mi­lan sejatinya me­­nun­­juk­kan per­kembangan se­jak kedatangan Zla­­tan Ibrahimovic pada Ja­nuari. Tim tersebut telah berhasil meme­nangi tiga dari lima pertandingan Seri-A terbaru mereka.
Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, ke­mung­kinan besar mem­per­tahan­kan formasi 4-4-2 yang ter­bukti mampu mem­buat tim tam­pil lumayan bagus. Namun, ber­kaca pada kekalahan 2-4 dari Inter beberapa hari lalu, Milan rapuh pada paruh kedua laga padahal sempat memimpin 2-0 di babak pertama. ”Kami telah bersiap dengan baik dan nyaman, tetapi tiga menit itu mengubah permainan sepenuhnya,” celetuk Pioli dilansir dari forza­italian­football.com, Rabu (12/2). (JIBI)