Tolak Razia Narkoba, Napi Bakar Kantor

KABANJAHE—Kerusuhan dan kebakaran di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabanjahe, Karo, Sumatra Utara, Rabu (12/2), dipicu oleh razia narkoba.

redaksi@koransolo.co

”Sekitar pukul 12.00 WIB telah terjadi kerusuhan di LP [Rutan] Kabanjahe Kabupaten Tanah Karo, disertai dengan pembakaran dan perusakan di LP yang dilakukan oleh napi,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja.
Selain memadamkan api, petugas mengevakuasi terhadap para napi. Tak ada korban jiwa dan luka akibat peristiwa ini. Polisi juga menyebut tak ada tahanan yang kabur.
”Total napi di Rutan Kabanjahe berjumlah 410 napi, dengan perincian 380 pria, 30 wanita. Yang dievakuasi sebanyak 314 orang sisa 96 orang,” tuturnya.
Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti mengungkapkan pemicu kericuhan yang terjadi di Rutan Kabanjahe adalah warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau napi yang tidak terima upaya pemberantasan narkoba di dalam rutan.
Rika menjelaskan sebelum kerusuhan, petugas rutan sejak Rabu (8/1) menggelar penggeledahan kamar hunian napi. Petugas menemukan narkoba jenis sabu-sabu seberat 30 gram milik empat orang napi.
Keempat napi itu kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Tanah Karo.
Rika mengatakan petugas rutan secara intensif menggeledah kamar napi guna mencegah adanya narkoba. “Kepala Rutan Kabanjahe hampir setiap hari melakukan penggeledahan kamar hunian WBP,” kata Rika.
Menyerang Petugas
Selanjutnya, pada Selasa (11/2), empat WBP yang ditetapkan sebagai tersangka dikembalikan ke rutan. Setelah dipulangkan, kata Rika, mereka justru memprovokasi terhadap napi lainnya agar menentang penggeledahan yang dilakukan petugas.
Puncaknya, pada Rabu sekitar pukul 12.00 WIB, napi di Rutan Kabanjahe terprovokasi melawan penggeledahan. Mereka berteriak-teriak dari dalam blok kamar hunian.
Petugas mencoba menenangkan, namun napi justru menyerang. Kericuhan tak terelakkan. Napi bergerak ke depan dan membakar gedung perkantoran rutan. “Mereka menolak penggeledahan mencegah narkoba beredar di dalam rutan,” kata dia.
Rika mengatakan situasi di rutan berangsur kondusif setelah petugas gabungan dari TNI Batalyon 125 Simbisa, Polres Tanah Karo, dan petugas rutan mengamankan lokasi kejadian.
Petugas gabungan itu juga mengevakuasi para napi yang terjebak di dalam rutan. ”Para WBP dievakuasi ke Polres Tanah Karo,” kata Rika.
Akibat peristiwa kericuhan tersebut sejumlah ruangan di dalam rutan hangus terbakar.
Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol. Martuani Sormin mengatakan penyebab kericuhan tersebut adalah kepadatan LP sehingga napi marah. (Antara/Detik)