Warga Ponggok Mengadu ke Polres Klaten

KLATEN—Belasan warga Ponggok, Kecamatan Polanharjo, mendatangi Mapolres Klaten, Rabu (12/2) siang. Selain mempertanyakan tindak lanjut pengusutan dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Tirta Mandiri Ponggok 2016-2018, mereka juga hendak mengadukan dugaan penggelapan tiket masuk Umbul Ponggok senilai Rp404 juta pada 2019.
Warga Ponggok datang ke Mapolres Klaten, pukul 10.30 WIB. Belasan warga ditemui Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andryansyah Rithas Hasibuan. Turut hadir pelapor kasus dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan BUMDesa Ponggok sekaligus perwakilan dari Jaringan Guna Advokasi Anggaran (Jaguar) Kalikotes, Edi Santoso Aribowo.
“Kami mempertanyakan laporan yang telah kami buat beberapa waktu lalu. Perkembangannya seperti apa? Tadi Satreskrim menjelaskan sudah memasuki tahap penghitungan teknis. Kami meminta pengusutan kasus itu terus dilanjutkan. Warga Ponggok juga akan mengadukan ke polisi terkait dugaan penggelapan tiket masuk Umbul Ponggok senilai Rp404 juta [2019]. Warga sudah memiliki bukti pendukung. Sebentar lagi diadukan,” kata Edi Santoso Aribowo, saat ditemui wartawan di Mapolres, Rabu.
Warga asli Ponggok, Winarno, 75, berharap polisi mengusut tuntas setiap pengaduan ataupun laporan warga Ponggok. “Kondisi di Ponggok secara keseluruhan sudah tidak sehat. Ini memang ada ketidakberesan, termasuk pengelolaan uang tiket. Siapa yang bersalah harus diproses hukum. Setiap orang itu kan sama posisinya di depan hukum,” kata dia.
Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andryansyah Rithas Hasibuan, mengatakan penanganan laporan dugaan penyimpangan pengelolaan BUMDesa di Ponggok masih berjalan. “Dalam waktu dekat ada penghitungan teknis. Jika akan ada aduan baru, silakan saja. Kami siap menampung hal itu [dugaan penggelapan tiket Umbul Ponggok],” kata dia. (Ponco Suseno)