1.000 Dokter Bahas Teknik Terbaru Kesehatan Kulit

SOLO—Sekitar 1.000 dokter spesialis, dokter umum, dan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), akan mengikuti workshop dan seminar yang digelar Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) Solo. Kegiatan tentang Cosmetic Dermatology Inquiring Conference (Cosmic) digelar di Hotel Sunan, Jumat-Minggu (14-16/2).
Acara itu bertujuan membahas materi mengenai teknik terbaru dalam bidang dermatologi kosmetik dan meningkatkan kompetensi peserta Cosmic yang berlatar belakang dokter.
Ketua Perdoski Solo, Muhammad Eko Irawanto, mengatakan Cosmic akan membahas beberapa topik seperti threadlift, filler, body contour, botox, stem cell, dan body sclupture. Tahun ini Cosmic lebih fokus pada kosmetik sehingga Perdoski selaku penyelenggara menggandeng Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia (KSDKI).
“Tren kosmetik di masyarakat cenderung stabil jarang ada tren-tren baru tetapi topik-topik itu sangat menarik. Komestik itu memang berkaitan dengan kecantikan, tetapi dalam dermatologi kosmetik itu banyak penyakit yang bernaung. Jadi tidak sekadar cantik tetapi juga penyakit bidang kosmetik seperti jerawat, penuaan, keriput, dan kulit kering,” ujar dia saat ditemui Espos di sela-sela kegiatannya, Kamis (13/2).
Ia menambahkan seringkali masyarakat beranggapan dokter spesialis kulit dan kelamin tidak menangani bidang kosmetik. Masyarakat lebih memilih klinik kecantikan dahulu, tetapi ketika ada kendala di tengah perawatan masyarakat baru memilih dokter spesialis kulit dan kelamin.
Ketua Cosmic, Arie Kusumawardani, mengatakan Cosmic mengusung tema From Evidence to Experience in Cosmetic Dermatology turut membahas kebiasaan masyarakat saat ini menggunakan obat kecantikan asal luar negeri melalui online.
“Kami juga membahas obat-obat kecantikan yang booming di luar negeri, tetapi belum masuk ke Indonesia. Kami akan mengupas tuntas seperti krim pemutih, obat jerawat, dan obat minum hingga ke efek sampingnya,” ujar Arie.
Sementara itu, Wakil Ketua KSDKI, Irma Bernadette, mengatakan Cosmic sebagai sarana para pakar di bidangnya mempresentasikan ilmu terbaru yang sudah terbukti secara ilmiah (evidence based) maupun belum terbukti secara ilmiah. Ia mengatakan saat ini prosedur tindakan stem cell menjadi tren kosmetik dermatologi di Indonesia. Namun, stem cell untuk anti aging saat ini belum terbukti secara ilmiah. Sehingga, peneliti informasi mengenai stem cell akan membagikan perkembangan terbaru.
“Ilmu pengetahuan terbaru kami bagikan agar rekan-rekan dokter mengetahui dan memiliki pegangan ketika berhadapan dengan pasien,” ujarnya. (Ichsan Kholif Rahman)