Bawang Putih-Cabai Ludes dalam 3 Jam

SOLO—Meroketnya harga bawang putih beberapa pekan terakhir membuat Kementerian Pertanian menggelar operasi pasar untuk menekan harga.

Mariyana Ricky P.D.
redaksi@koransolo.co

Setelah digelar di Jakarta, pekan lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan operasi pasar bawang putih dan cabai di Pasar Gede Solo, Kamis (13/2) pagi.
Bawang putih yang dijual sebanyak 12 ton senilai Rp30.000/kg, cabai rawit merah dan cabai besar sebanyak 10 ton dengan harga masing-masing Rp35.000/kg dan Rp30.000/kg.
Komoditas tersebut dilepaskan di lima pasar, yakni Pasar Gede, Nusukan, Ledoksari, Harjodaksino, dan Pasar Gading. Pada hari pertama operasi pasar, tak sampai tiga jam seluruh bumbu dapur itu ludes diserbu warga. Setiap orang dibatasi membeli 2 kg per komoditas. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu kelar sebelum pukul 12.00 WIB.
“Harga bawang putih yang seharusnya Rp30.000 tiba-tiba naik jadi Rp70.000, hanya karena beritanya besok tidak ada bawang putih lagi karena ada [virus] corona. Mau ada corona atau tidak ada, tetap saja [stok cukup]. Kami sudah hitung, bawang putih masih ada kurang lebih 84.000-120.000 ton. Kenapa terlalu panik? Panik karena distributornya kasih keluar sedikit-sedikit agar besok harganya makin mahal. Mungkin begitu. Tapi gaya saya, kalau berani timbun, ya tangkap. Itulah guna polisi,” kata Mentan dalam sambutannya.
Dia menyatakan stok bawang putih masih aman hingga beberapa bulan ke depan mengingat petani bakal panen pada akhir Februari hingga Maret. Panen tersebut diprediksi mencapai 50.000 ton. Apabila stok dari petani tidak mencukupi dan pasokan impor dari Tiongkok tersendat, pemerintah siap membuka impor dari negara lain. “Yang terpenting kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ucap Syahrul.
Syahrul menyebut pemerintah terus mengurangi pasokan impor dengan menggerakkan penanaman di sejumlah daerah. Namun, bawah putih tumbuh subur di daerah subtropis atau dataran tinggi. Tanaman tersebut berbeda dengan bawang merah yang bisa tumbuh di dataran rendah.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan 12 ton bawang putih tersebut tak hanya dilepas di pasaran Soloraya tapi juga Jogja. “12 Ton itu kalau hanya untuk Solo akan habis 4-5 hari, karena itu juga dilepas daerah lain,” kata dia.
Ketua II Perhimpunan Pelaku Usaha Bawang Putih dan Sayuran Indonesia (Pusbarindo), Valentino, menampik importir bertanggung jawab pada suplai bawang putih yang tersendat. Menurutnya, saat bawang putih tiba di pelabuhan, seluruh pihak terus mengawasi sampai ke tangan distributor.
“Ya, distributor besar, mereka yang kemungkinan menyuplai ke pasarnya sedikit-sedikit. Kalau kami enggak bisa, sudah dipelototi dari barang sampai di [Pelabuhan Tanjung] Priok dan Perak. Kebutuhan bawang putih nasional 45.000 – 47.000 ton per bulan,” kata Valentino di lokasi yang sama.