Koleksi Rekso Pustaka Berbentuk Digital

SOLO—Sebanyak 3.132 buku koleksi perpustakaan Rekso Pustaka Pura Mangkunegaran sudah dalam bentuk digital.

Ichsan Kholif Rahman
redaksi@koransolo.co

Upaya digitalisasi naskah kuno itu dilakukan Pura Mangkunegaran bekerja sama dengan PT Unibless Indomulti dan PT Epson Indonesia.
Pengelola naskah kuno Rekso Pustaka, R. Ngt. Ng. Darweni, mewakili Pengageng Rekso Pustaka, Gusti Raden Ayu Rosati Kadarisman, mengatakan Rekso Pustaka memiliki sekitar 11.000 buku kuno yang separuhnya dalam kondisi rusak. Pengelola perpustakaan harus membimbing pengunjung agar berhati-hati saat membuka dokumen berusia ratusan tahun itu. Ia menambahkan rata-rata setiap hari sebanyak sepuluh orang berkunjung.
“Beberapa dokumen yang telah dialih media seperti sejarah Mangkunegaran, budaya Jawa, dan majalah Jawa. Rekso Pustaka memiliki tiga bagian ruangan yakni penyimpanan manuskrip beraksara Jawa asli, foto kuno sejak Mangkunegara VII, dan arsip sejak Mangkunegara IV. Mayoritas pengunjung Rekso Pustaka adalah peneliti dari berbagai wilayah di Indonesia. Manuskrip yang paling banyak dicari manuskrip tentang budaya dan keagamaan,” ujar dia saat dijumpai wartawan, Kamis (13/2).
Ia menambahkan buku tertua milik Rekso Pustaka merupakan tulisan Mangkunegara I yang bercerita tentang Nabi Adam hingga raja-raja tanah Jawa. Namun, buku itu belum didigitalisasi karena saat ini bukan bacaan umum. Kini, buku yang sudah terdigitalisasi disimpan agar tidak semakin rusak.
Direktur PT Unibless Indomulti, Sylvie Selyn Sembiring, mengatakan arsip-arsip yang terdapat di Rekso Pustaka sudah sangat tua dan rusak. Sehingga sebagai upaya menyelamatkan sejarah proses alih media menjadi solusi.
“Tantangannya pada manuskrip yang sudah rusak, kalau tidak berhati-hati bisa memperparah kondisi fisik dokumen. Lembar buku yang rusak terkadang perlu waktu hingga satu menit karena harus menyusun naskah itu seperti puzzle. Kami memprediksi pekerjaan ini mencapai satu tahun ternyata kami mampu menyelesaikannya selama tujuh bulan oleh tim kami dari Jakarta dan Semarang,” ujar dia.
Ia menambahkan Rekso Pustaka memiliki 2 juta lembar manuskrip dan kini sudah 400.202 lembar terdigitalisasi. Ia menjelaskan arsip yang terdigitalisasi diubah dalam bentuk file pdf serta menjadi buku elektronik di aplikasi flipbook. Menurut dia, kini pengunjung dapat mencari dan membaca buku kuno dengan mudah tanpa khawatir merusak buku. Namun, ketika pengunjung hendak membaca buku hanya bisa di Rekso Pustaka.
Marketing Division Head PT Epson Indonesia, Riswin Lie, mengatakan dengan kontribusi PT Epson Indonesia, teknologi dapat mengambil peran dalam pelestarian budaya di Indonesia. Digitalisasi menggunakan scanner Epson itu menjadi solusi menyelamatkan pelestarian dokumen di Indonesia. Sementara itu, saat ini PT Epson Indonesia tengah mengkaji untuk mengalih media seluruh koleksi Rekso Pustaka.