KPU CEK ENTRY DATA CALON INDEPENDEN Kantor Sekretariat Hero Masih Tutup

SOLO—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo mengunjungi kantor sekretariat pasangan cawali-cawawali dari jalur perseorangan, Kamis (13/2).
Rombongan KPU Solo dipimpin tiga komisioner, Suryo Baruno, Bambang Christanto, dan Pudji Kusmarti.
Lokasi pertama yang mereka kunjungi Sekretariat pasangan Miftah Alim Harphanto-Ronny Cahyanegara (Hero) di Jl. Samratulangi, Manahan.
Namun, saat tiba di lokasi kantor sekretariat tersebut masih tutup. Selanjutnya rombongan KPU Solo bergeser ke sekretariat pasangan perseorangan lainnya, Muhammad Ali Naharussurur-Achmad Abu Jazid (Alam) di Kelurahan Bumi, Laweyan.
Mereka disambut Achmad Abu Jazid (Amak), petugas penghubung Alam, Agus Tunin Muhammad Syahid, serta anggota staf entry data pasangan Alam. Kepada rombongan KPU Solo, petugas LO pasangan Alam menyatakan sudah menginput 10.000 dukungan.
Sedangkan di Sekretariat Paslon Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo) rombongan KPU bertemu dengan cawali-cawawali itu beserta tim pendukungnya. Hingga Kamis siang mereka telah menginput dukungan dari 38.254 warga atau 106,6 persen.
Dukungan tersebut berasal dari lima wilayah kecamatan dengan perincian Jebres 10.468 suara, Banjarsari 8.978 suara, Laweyan 6.301 suara, Pasar Kliwon 7.969 suara dan Serengan 4.538 suara. Dari persebarannya sudah melebihi jumlah minimal.
Berdasarkan regulasi, dukungan pasangan cawali-cawawali perseorangan mesti berasal dari sedikitnya tiga wilayah kecamatan di Solo.
Bambang Christanto saat diwawan­­­­cara Espos mengatakan kedatangan KPU untuk melihat sejauh mana input data.
“Pada prinsipnya kami lihat aktivitas mereka, kami tanya apakah ada kendala atau tidak. Bila ada kendala kami siap membantu, sesuai prinsip kerja KPU melayani. Pekan lalu kami juga sudah berkunjungan ke sekretariat mereka,” ujar dia.
Bambang menjelaskan pada kunjungan Kamis siang, dia dan tim KPU Solo masih melihat adanya aktivitas entry data dukungan oleh tim Alam dan Bajo. Sedangkan pada dua kali kunjungan di Sekretariat Hero KPU tak melihat adanya entry data.
“Pada saat kunjungan pertama hanya disampaikan oleh LO ada proses input data. Tapi, kami tidak melihat adanya proses tersebut. Sedangkan pada kunjungan kedua tadi pagi [Kamis] kantor sekretariat mereka masih tertutup,” kata dia. (Kurniawan)