Residivis Tangerang Bobol Brankas PT di Klaten

KLATEN—Satreskrim Polres Klaten membekuk komplotan pembobol brankas di PT JJ Gloves Ngaran, Mlese, Ceper, dalam waktu kurang dari 2 X 24 jam. Lima tersangka asal Tangerang langsung dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Klaten, sedangkan satu tersangka berinisial S asal Gunungkidul, DI Yogyakarta ditetapkan sebagai buronan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Solo, kasus pembobolan brankas di PT JJ Gloves Ceper itu diketahui petugas keamanan yang mengontrol area pabrik dan kantor administrasi. Pengontrolan dilakukan Senin (10/2) pukul 05.00 WIB. Saat mengecek kantor administrasi, petugas keamanan melihat pintu ruangan dalam kondisi rusak. Begitu dicek di dalam ruangan, sejumlah barang berharga raib. Hal itu termasuk brankas di dalam ruangan yang rusak. Barang yang hilang antara lain laptop dan uang dengan kerugian sekitar Rp50 juta.
Kasus pembobolan tersebut dilaporkan ke Polres Klaten. Sejumlah anggota Satreskrim Polres Klaten mengolah tempat kejadian perkara (TKP). Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi juga mengecek rekaman closed circuit television (CCTV) yang dimiliki PT JJ Gloves. Selanjutnya, polisi langsung mengantongi identitas pelaku. Polisi mengejar para pelaku pembobolan hingga ke Tangerang, Banten.
“Kami menangkap lima pelaku dalam waktu 2 X 24 jam.Anggota baru membawa para tersangka ke Polres Klaten pagi ini [kemarin]. Kelima tersangka ini merupakan residivis. Sebelum beraksi di JJ Gloves itu, mereka juga pernah beraksi di Sukoharjo,” kata Kasatreskrim Polres Klaten AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mewakili Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo, di Mapolres Klaten, Kamis (13/2).
Kelima tersangka berdomisili di Tangerang. Masing-masing tersangka, yakni Agus Hermawan alias Keling, 33, warga Sukajaya, Sepatan, Tangerang; Heri Pratama alias Heri, 37, warga Cimone, Karawaci, Tangerang; Heri Susanto alias Roy, 40, Mekarjaya, Sepatan, Tangerang; Roni Patinasarani, 34, warga Mekarjaya, Sepatan, Tangerang; Heru Pujiyanto alias Puji, 44, warga Pasar Kemis, Tangerang. Para tersangka memperoleh informasi target pabrik atau rumah dan toko (ruko) yang dijadikan target sasaran dari S, warga Gunungkidul yang saat ini buron.
“Mereka datang ke Klaten hanya untuk beraksi. Setelah mencuri, mereka kembali ke Tangerang. Kelima tersangka dijerat Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” katanya.
Salah seorang tersangka,Heri, mengatakan pembobolan brankas PT JJ Gloves dilakukan kurang dari tiga jam. Sebelum menjual barang curian, Heri cs. dibekuk polisi terlebih dahulu.
“Kami berlima ke Klaten dengan didukung biaya operasinal senilai Rp1 juta-Rp2 juta [menggunakan sarana mobil Daihatsu Xenia berpelat nomor D 1398 AAN]. Setelah mencuri, kami kembali ke Tangerang. Kami terpaksa mencuri karena mencari pekerjaan susah. Biasanya, hasil barang curian dijual terlebih dahulu sebelum dibagi rata,” katanya. (Ponco Suseno)