Si Ular Masuk Perangkap

MILAN—Bermain menyerang melawan tim seagresif Inter Milan memang harus memiliki nyali tinggi. Jika tak waspada, strategi ofensif bisa menjadi senjata makan tuan.

Chrisna Chanis Cara
redaksi@koransolo.co

AC Milan menjadi contoh terbaru saat ditelan Inter dengan skor 2-4 di ajang Serie-A beberapa hari lalu. Hal itu benar-benar dipelajari Napoli saat bersua Nerazzurri di Giuseppe Meazza, Kamis (13/2) dini hari WIB.
Meski tampil dengan formasi menyerang, 4-3-3, faktanya Napoli bertahan total saat bertemu Nerazzurri dalam leg I semifinal Coppa Italia. Penyerang Napoli seperti Dries Mertens tak segan turun untuk mengganggu kreator serangan Inter macam Marcelo Brozovic.
Taktik itu sukses besar. Meski Si Ular, julukan Inter, mendominasi permainan dengan penguasaan bola 55% dan 13 tembakan, tak ada satu pun yang menemui bidang sasaran. Napoli yang hanya punya lima peluang justru mampu mencuri gol lewat Fabian Ruiz di menit ke-57.
Ketika Inter asyik menyerang, Ruiz mengagetkan publik tuan rumah lewat sepakan melengkung yang gagal dijangkau Daniel Padelli.
Itu menjadi satu-satunya gol di laga tersebut yang membuat Inter harus bekerja keras pada leg II di San Paolo, 6 Maret. Hasil ini sekaligus menghentikan rekor tak terkalahkan Nerazzurri di 10 laga terakhir di semua ajang.
Pelatih Inter, Antonio Conte, menuding tim asuhan Gennaro Gattuso datang ke Giuseppe Meazza hanya untuk bertahan. Meski demikian, dia memuji keberhasilan taktik tersebut.
“Milan bermain lebih menyerang, dengan ruang terbuka di satu sisi dan lainnya. Hari ini tidak ada ruang sama sekali karena Napoli bermain dengan sangat taktis,” ujar Conte dilansir footballitalia.net, Kamis.
Sejumlah rotasi pemain yang diterapkan Conte sedikit banyak mengurangi kesolidan Inter. Di laga itu, Inter memainkan pemain yang belakangan jarang menjadi starter seperti Stefano Sensi, Cristiano Biraghi, dan Alessandro Bastoni.
Victor Moses pun diberi kesempatan sejak menit awal. Namun mereka gagal menjawab kepercayaan pelatih dengan kemenangan. Kehadiran Lautaro Martinez yang kembali setelah absen dua laga juga tak banyak membantu.
“Saya membuat lima perubahan karena pertimbangan kebugaran. Derbi kemarin menguras banyak energi, baik fisik maupun psikologis,” jelas Conte.
Bek Napoli, Kostas Manolas, enggan terbuai dengan keme­nangan di markas lawan. Dia menilai peluang menembus final Coppa Italia masih sama kuat.”Kami patut bangga karena bisa mengalahkan tim kuat penantang utama Scudetto saat ini. Namun peluang lolos masih 50-50. Mereka akan datang ke San Paolo demi menunjukkan performa terbaik mereka,” ujar Manolas. (JIBI)