jazz Festival Serat Tripama di Panggung Musik Jazz

Mangkunegaran Jazz Festival kembali digelar tahun ini. Tepatnya selama dua hari mulai Sabtu 11 April mendatang di Pamedan Pura Mangkunegaran. Sama seperti tahun sebelumnya, penonton bakal disuguhi konsep akulturasi seni yang menyatukan modernisasi dengan gaya tradisi.
Anggota Tepas Tanda Yekti Biro Humas Pura Mangkunegaran, Daniel, saat diwawancara Espos, Jumat (14/2), mengatakan tahun ini mereka mengusung tema Serat Tripama yang berarti tiga suri teladan. Serat tersebut merupakan gubahan K.G.P.A.A. Mangkunegara IV (1809-1881) yang ditulis dalam tembang Dandanggula sebanyak tujuh bait. Mengisahkan keteladanan Patih Suwanda (Bambang Sumantri), Kumbakarna, dan Suryaputra (Adipati Karna).
Bait pertama dan kedua mengisahkan kepahlawanan Suwanda, bait ketiga dan keempat tentang Kumbakarna, bait kelima dan keenam mengenai Adipati Karna, dan bait ketujuh penutup. Pada tahun sebelumnya, Karna yang dinilai memiliki jiwa ksatria diusung sebagai maskot. Lengkap dengan kostumnya, ia digambar sedang asyik dengan saksofon.
Mengusung konsep gelaran pesta rakyat, Mangkunegaran Jazz Festival bakal menjadi ruang berekspresi para komunitas maupun pelaku ekonomi lokal. Panggung bergengsi ini disiapkan sebagai ruang pentas bagi para musikus jaz lokal, nasional, maupun internasional. Namun, Daniel belum menyebutkan siapa saja nama-nama musikus yang diundang dalam acara tersebut. “Tentunya kami akan mengundang musikus lokal, hingga nasional untuk saling berkolaborasi,” terang Daniel.
Tahun lalu Mangkunegaran Jazz Festival digelar pada Jumat-Sabtu, 29-30 Maret. Sejumlah bintang tampil di antaranya D’Masiv, Ardhito Pramono, Eva Celia, dan Jordy Waelauruw Feat. Tommy Pratomo. Sebagai headliner, festival menghadirkan penyanyi beraliran folk-jazz asal Inggris Lianne La Havas. Penyanyi yang menjadi artis pembuka konser Coldplay di Asia dan Eropa ini membawakan deretan tembang andalannya dalam album Is Your Love Big Enough?
Tema yang diusung kala itu adalah Serat Waragasa yang merupakan akronim dari jiwa, raga dan rasa. Panitia ingin agenda musik tersebut tak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat akan hiburan. Tetapi juga menjadi medium nguri-uri kawruh budaya Jawa yang ada di Pura Mangkunegaran.
“Tema kami kali ini adalah Bersama dalam Budaya. Ingin mengulang animo masyarakat yang begitu besar. Tahun lalu MN Jazz dibanjiri hingga 10.000 orang penonton,” kata Daniel. (Ika Yuniati)