Kurir 1 Kg SS Ditangkap di Malioboro City

JOGJA—Badan Narkotika Na­sional Provinsi (BNNP) DIY me­nangkap kurir sabu-sabu seberat 1,095 kg, Kamis (13/2) malam. Tersangka membawa sabu-sabu dengan modus ditempelkan di dalam dinding kardus berisi makanan kecil.
Tersangka adalah Muhammad Iqbal, 25, warga Desa Teupokbaroh, Kecamatan Jeumpe Kabupaten Bireun, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Ia diringkus di lantai dasar Apartemen Malioboro City di Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kepala BNNP DIY Brigjen Pol. I Wayan Sugiri menjelaskan penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat soal transaksi narkoba di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Setelah dilakukan pemantauan selama beberapa jam, petugas mendapati tersangka di basement apartemen Malioboro City, Tambakbayan Caturtunggal, Depok, Sleman. Petugas menangkapnya dengan barang bukti kotak kardus yang dibawa tersangka.
”Sebenarnya kami mengintai ini sudah beberapa hari, tetapi kemudian ada informasi bahwa tersangka di lokasi, langsung kami sergap di basement Apartemen Malioboro. Tersangka membawa kotak kardus,” katanya dalam konferensi pers di Kantor BNNP DIY, Jumat (14/2).
Awalnya aparat mengira kotak itu berisi snack untuk anak-anak. Rupanya di setiap dinding kotak kardus tersebut ditempeli mika yang di dalamnya terdapat sabu-sabu. Ada enam bungkus mika berisi sabu-sabu total berat 1,095 gram atau 1,095 kilogram. Sugiri memastikan benda itu terbukti sabu-sabu karena telah dilakukan uji laboratorium.
”Awalnya kami pikir isinya hanya snack, ternyata di setiap dinding kardus ini sabu-sabu,” ucapnya sembari menunjukkan puluhan bungkus snack tersebut.
Dari hasil penyidikan sementara, tersangka merupakan kurir yang membawa sabu-sabu itu dari Sumatra. Tersangka dijanjikan uang Rp15 juta jika berhasil mengantarkan barang tersebut kepada orang yang dituju. Uang tersebut belum dibayarkan seluruhnya dan baru akan diberikan secara penuh setelah sukses mengantarkan barang itu kepada pihak yang dituju.
”Menurut pengakuan tersangka, [dia] dijanjikan Rp15 juta [oleh orang yang menjadi atasannya], tetapi baru dibayar Rp5 juta. Kami masih menyelidiki sebenarnya barang ini mau diberikan ke siapa, termasuk pemasoknya, ini masih kami lakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” ucapnya.
6.000 Orang
Plt. Kabid Pemberantasan BNNP DIY Kompol Ambarsongko menambahkan tersangka dijerat Pasal 114 UU No.35/2009 dengan hukuman minimal lima tahun penjara. Pengungkapan kasus sabu-sabu seberat 1 kg ini setidaknya menyelamatkan 6.000 warga yang bisa menggunakan barang tersebut untuk dikonsumsi.
Pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti terdiri atas sabu dengan berat 1,095 kg, satu unit ponsel Samsung warna putih, satu unit ponsel Nokia warna biru, ATM BRI, dan uang tunai Rp640.000.
Sebelum diringkus tersangka ini diduga akan menemui seseorang di halaman depan Transmart Carrefour Maguwoharjo, Depok, Sleman. Dia lalu berjalan kaki menuju apartemen Malioboro City. ”Keluar apartemen ini, tersangka membawa satu kardus yang setelah diperiksa berisi sabu-sabu,” ujarnya. (Sunartono)