liga 2 indonesia Persis Masih Perlu Berbenah

SUKOHARJO—Persis Solo memang mampu menang dengan skor 4-1 pada laga uji coba melawan kesebelasan UNS Solo di Lapangan Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo, Kamis (13/2) sore.
Namun, laga itu membuka mata bahwa para pemain berlabel bintang belum mampu menunjukkan performa dan cara kerja sesuai instruksi pelatih.
Pada babak pertama laga tersebut, para pemain jebolan Liga 1 Rishadi Fauzi, Gufroni Al Maruf, Yan Pieter Nasadit, Engelberd Sani, dan Marco Kabiay dipasang menghadapi para pemain UNS. Mereka disokong kiper Ali Budi, stoper Bruno Casimir dan Joko Susilo, serta gelandang Iman Budi Hernandi.
Laskar Sambernyawa mampu unggul 3-0 pada paruh pertama melalui gol bunuh diri bek UNS, gol yang dicetak Syahroni, dan gol Yan Pieter Nasadit.
Memasuki babak kedua, pelatih Persis, Salahudin, merotasi skuatnya. Pemain-pemain yang lebih dulu bergabung dimasukkan. Pemain seperti Tri Handoko, Nanang Asripin, Hapidin, Irfan Afghoni, Dedi Tri Maulana, Andre Eka, Oky Derry Andryan, Susanto, M. Alaik Sobrina, hingga kiper Wildan Mauluddin Achyar diturunkan.
Striker Persis, M. Isa baru dipasang sebagai pengganti di babak kedua. Sansan Fauzi yang baru tiba di Solo pada Rabu (12/2), juga sudah dipasang meski performanya belum sesuai keinginan pelatih.
Hasilnya, meski mampu melakukan penetrasi dan menciptakan sejumlah peluang, lini depan Persis gagal mengkonversinya menjadi gol. Satu-satunya gol Persis di babak kedua dicetak oleh Nanang Asripin melalui titik penalti. Namun, UNS mampu membalas jelang berakhirnya pertandingan.
Mengatur Strategi
Pelatih Persis, Salahudin, menilai pada babak pertama, cara kerja pemain Persis sudah bagus meskipun terlihat agak lambat. Sedangkan pada babak kedua, cara kerja sudah sesuai arahan tetapi terkendala finishing. “Babak kedua sedikit gol tetapi cara kerjanya sudah sesuai,” ungkapnya saat ditemui Koran Solo seusai laga uji coba tersebut, Kamis.
Melihat performa pada pemain, Salahudin mengatakan tim di babak pertama dengan babak kedua harus mampu menyamakan cara kerja. Selain itu, mereka harus memperbaiki finishing di depan gawang lawan. Evaluasi ketiga, lini belakang harus sigap karena sedikit kesalahan bisa menyebabkan tim kebobolan.
Menurutnya Persis masih memiliki waktu untuk berbenah sebelum kick off Liga 2 2020 pada Maret mendatang. Ia akan berusaha menyatukan dua tim itu agar memiliki satu visi menjalankan cara kerja permainan tim.
Lebih lanjut, para suporter dan penikmat sepak bola memadati area sekitar lapangan. Pada beberapa momen, mereka tak sungkan memberikan tepuk tangan atas aksi-aksi yang diperlihatkan pemain Persis, khususnya di babak kedua.
“Seharusnya itu jadi motivasi pemain. Mereka [pemain] baru gitu saja sudah dapat aplause. Bagaimana saya mengharapkan 90 persen cara kerja kami itu jalan, tentu akan lebih bagus lagi,” terang mantan Pelatih Barito Putera itu.
Ia mengatakan evaluasi laga uji coba hari itu bisa menjadi bahan mengatur strategi untuk menghadapi Persib Bandung di Stadion Manahan, Sabtu (15/2) malam.
Pelatih tim UNS Solo, Muhammad Nurhadi Elhamid, mengatakan kekalahan timnya terjadi karena perbedaan kelas dan intensitas latihan antara timnya dengan Persis. “Karena kami porsi latihan memang kurang. Sedangkan mereka berlatih setiap hari. Secara fisik, stamina kami kalah,” ujarnya. (Ivan Andimuhtarom/JIBI)