PEMBANGUNAN FLYOVER PURWOSARI Pelaksana Proyek Selesaikan Akses Jalan Kawasan Pendidikan

SOLO—Pelaksana proyek pembangunan flyover Purwosari telah menyelesaikan pembangunan akses jalan sementara di sebelah barat perlintasan kereta api Purwosari.
Pembangunan akses jalan sepanjang 100 meter dengan lebar 2,5 meter itu bertujuan mensterilkan kawasan proyek dari aktivitas warga maupun siswa sekolah di kawasan Pajang, Laweyan, Solo.
Pantauan Koran Solo di lokasi proyek pembangunan flyover Purwosari, Jumat (14/2), akses jalan berupa cor dimulai dari depan gedung Pusat Pengembangan Bisnis (Pusbangnis) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, hingga kawasan SMA Batik 1 Solo. Akses jalan berada di samping atau sebelah utara saluran air. Beberapa pejalan kaki dan pengendara sepeda motor sudah mengakses jalan tersebut untuk masuk ke perkampungan maupun pertokoan di kawasan itu.
Pengendara sepeda motor mengakses jalan itu dari ujung proyek sebelah barat lalu mengambil arah selatan mengakses jalan tersebut lalu apabila hendak menuju pertokoan dapat menyeberang melalui jembatan saluran air. Sehingga akses jalan itu dapat digunakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah (Pakym), SMK Muhammdiyah 4, SMP Muhammadiyah 5, dan lingkungan SMA Batik 1 Solo.
Manajer Pembangunan Proyek Flyover Purwosari, PT Wijaya Karya, Muh. Rivai Miroj, mengatakan akses jalan itu mulai dibangun sejak Rabu (12/2) lalu. Saat ini akses jalan tersebut sudah siap digunakan untuk pejalan kaki maupun sepeda motor. Menurut dia, pembangunan akses jalan itu hanya berada di sebelah barat perlintasan kereta api atau tidak ada akses jalan untuk menyeberang perlintasan kereta api. Sedangkan, di sebelah timur akses jalan di luar proyek menggunakan jalur lambat yang masih bisa digunakan.
“Dalam waktu dekat kami segera memasang penutup berupa seng di lokasi proyek, sehingga akses jalan yang baru berada di luar proyek. Sebelumnya, saat pelajar di kawasan ini hendak masuk sekolah sangat dekat dengan lokasi sehingga berbahaya. Nanti seluruh lokasi proyek kami tutup dengan seng agar tidak ada aktivitas warga di lokasi pembangunan,” ujar dia saat dijumpai Koran Solo di sela-sela kegiatannya, Jumat (14/2) siang.
Ia menambahkan pembangunan akses jalan itu murni inisiatif pelaksana proyek di kawasan pendidikan itu. Untuk mengakses jalan itu warga dapat melalui ujung barat proyek pembangunan flyover Purwosari atau di depan SMA Batik 1 Solo.
Ia menyebut jalan itu hanya bisa diakses dari arah barat sehingga warga dari timur yang hendak mengakses jalan itu tetap harus melewati underpass  Makamhaji atau flyover Manahan. Ia mengaku mengetahui banyak siswa yang menyeberang rel di kawasan Transito untuk menuju sekolah. Ia mengimbau warga untuk melalui rute pengalihan arus yang sudah direkayasa oleh Dinas Perhubungan.
Sementara itu, ia mengaku hingga saat ini masih banyak warga yang masuk ke kawasan proyek. Ada yang sekadar melihat maupun mencoba-coba melalui perlintasan kereta api. Sehingga, ia segera menutup seluruh kawasan proyek dengan seng.
Kepala SMP Muhammadiyah 5 Solo, Sudarno, mengakui bahwa banyak siswanya yang berasal dari sebelah timur dan selatan proyek memilih menyeberang perlintasan kereta api kawasan Transito. Sedangkan siswa dari arah barat dan utara tidak ada perbedaan signifikan. Ia mengaku para pengantar maupun siswa terlalu jauh apabila melalui flyover Manahan atau underpass Makamhaji.
Ia selalu mengimbau murid-muridnya untuk selalu berhati-hati saat menyeberang perlintasan kereta api. Ia berharap pemerintah menempatkan petugas khusus yang membantu para siswa menyeberang perlintasan kereta api. (Ichsan Kholif Rahman)