Rumah Rp200 Jutaan untuk Milenial

Jakarta—PT Brantas Abipraya (Persero) bekerja sama dengan Bank BTN mnenyediakan rumah bagi karyawan melalui program KPR BTN bernama Home Ownership for Employee (HOPE). Program ini menjadi dukungan Brantas Abipraya terhadap program sejuta rumah yang digagas pemerintah.
”Kami [Abipraya] dengan BTN, bersinergi sebagai BUMN untuk menyukseskan program pemerintah. Program satu juta rumah katanya sudah tembus, nanti akan kami tingkatkan lagi dengan program HOPE ini,” ujar Direktur Operasi II PT Brantas Abipraya Widyo Praseno di Jakarta, Jumat (14/2).
Brantas Abipraya mengikutsertakan karyawannya dalam program HOPE tersebut. Saat ini ada 1.300 unit rumah bagi karyawannya. Adapun skema pembayaran melalui pemotongan bonus karyawan.
”Untuk karyawan Abipraya, skema pembayaran KPR bagi yang sudah terdaftar adalah dengan pemotongan bonus dan sebagainya yang sesuai kebijakan perusahaan,” terang Widyo.
Sedangkan kisaran harga produk dari proyek perumahan tersebut, menurut Widyo, berada di sekitar Rp200 juta hingga Rp 500 Juta. Pihaknya juga memberikan DP ringan kepada karyawan.
”Kisaran harganya kami punya produk yang Rp200 juta, Rp350 juta, sampai Rp500 juta. DP-nya malah bisa memungkinkan 1% dari harga produk,” lanjutnya.
Direktur Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan program HOPE ini dibuat untuk memenuhi visi Presiden Joko Widodo di periode kedua di mana banyak pegawai instansi pemerintah atau umum, yang masih belum memiliki rumah.
”Program perumahan ini sesuai dengan visinya Pak Presiden di periode kedua, yaitu mewujudkan SDM yang unggul. Nah SDM yang unggul itu dimulai dari rumah,” terang Hirwandi.
Hirwandi mengungkapkan program yang dilakukan Brantas Abipraya dapat menyasar langsung pada kebutuhan pasar.
”Saya juga lihat cara marketing Abipraya ini lebih kepada mendekatkan diri ke pasar, bukan hanya membangun dan menjual. Apa yang dibutuhkan oleh pasar, itulah yang akan diwujudkan oleh Abipraya,” kata dia.
Program ini menawarkan properti dengan harga terjangkau yang target pemasarannya untuk generasi milenial. ”Milenial merupakan target market utama dari program HOPE. Harapannya bagi mereka yang belum mempunyai rumah bisa mencoba program ini,” ujar Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Consumer Lending Division Bank BTN Suryanti Agustina.
Yanti mengatakan rata-rata pegawai milenial berumur 21-35 belum memiliki rumah. Sementara pegawai lama biasanya sudah mapan dan memiliki rumah sendiri. Meski begitu, Yanti mengatakan ada persyaratan yang harus dimiliki oleh pekerja milenial jika ingin mengikuti program ini.
”Kami mengutamakan bagi pekerja yang belum mempunyai rumah, masa kerja sudah satu tahun, dan berumur 21 tahun-35 tahun,” ujar Yanti.
Pendaftaran untuk mengikuti program ini, lanjut Yanti, bisa melalui perusahaan yang dapat membantu dalam pembiayaannya.
”Ada yang membantu uang mukanya, ada yang membantu pembayaran di bagian angsurannya. Itu semua tergantung dari masing-masing anggaran perusahaan atau program kesejahteraan perusahaan itu sendiri,” lanjut Yanti
Selain itu mekanisme pembayaran dari program ini bisa melalui sistem payroll yang dimiliki oleh BTN di mana pembayaran gaji dari pegawai yang mendaftar akan dipindah ke BTN.
”Kalau kami inginnya pembayaran menggunakan payroll karena ada berbagai keuntungan. Yang pertama, analisis pembayaran angsuran lebih gampang, yang kedua suku bunga payroll naik 6,99% daripada angsuran pada biasa yaitu 4,99%. Jadi selisihnya 2% namun angsurannya beda jauh sehingga sebaiknya jika ingin membantu karyawan perusahaan dapat memilih opsi payroll di BTN,” tandas Yanti. (Detik)