WNI Awak Kapal akan Dievakuasi

JAKARTA—Pemerintah segera mengevakuasi 74 warga negara Indonesia (WNI) kru kapal Diamond Princess yang berada di Yokohama, Jepang.

redaksi@koransolo.co

Khusus untuk mereka, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto, mengatakan akan memberlakukan observasi selama 28 hari sejak evakuasi. Hal ini perlu dilakukan karena kapal pesiar tersebut telah dikategorikan sebagai episentrum baru infeksi virus corona Covid-19.
Penetapan episentrum itu lantaran jumlah infeksi kasus Covid-19 di Diamond Princess telah mencapai 15 persen dari total populasi kapal. Ada 634 kasus positif Covid-19 dari total 3.711 orang yang ada di kapal itu.
Durasi 28 hari ditetapkan berdasarkan ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait observasi terhadap orang-orang yang berasal dari episentrum.
“Khusus WNI dari kapal Diamond Princess di Jepang maka harus dilakukan juga observasi selama dua kali masa inkubasi atau 28 hari,” kata Yuri dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (21/2), seperti diberitakan Anadolu Agency.
Saat ini 74 WNI itu masih berada di dalam kapal tersebut bersama kru dari berbagai negara. Sementara empat WNI yang positif terjangkit masih dirawat di Jepang dan tidak ikut dievakuasi ke Indonesia. Pemerintah belum memutuskan waktu keberangkatan tim penjemput para WNI itu. Indonesia juga masih menunggu hasil pemeriksaan otoritas Jepang terhadap seluruh kru Diamond Princess yang diperkirakan rampung dalam satu hari ke depan.
Pemerintah telah menyiapkan dua opsi evakuasi para WNI. Opsi pertama yakni menjemput WNI menggunakan kapal rumah sakit militer KRI dr. Soeharso, sedangkan opsi kedua yakni menjemput mereka melalui jalur udara. Yuri mengatakan 74 WNI itu akan diperiksa ulang begitu memasuki wilayah Indonesia. Petugas juga akan mengelompokkan mereka berdasarkan tingkat kerentanan terhadap Covid-19 selama masa observasi. Jika para WNI dijemput menggunakan KRI dr. Soeharso, maka para WNI akan menghabiskan masa observasi di atas kapal tersebut selama perjalanan kembali ke Indonesia.
Pemerintah juga berencana mengevakuasi sekitar 270 warga negara Indonesia dari kapal pesiar lain, Dream World. Berdasarkan informasi terakhir yang didapat Indonesia, kapal berbendera Malaysia itu berada di perairan internasional di sekitar Bintan, Kepulauan Riau. Kapal ini masih berada di perairan internasional dan ditolak oleh berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kapal tersebut ditolak karena ada satu penumpang yang dinyatakan positif Covid-19 beberapa hari setelah turun dari Dream World di Hongkong. Ada total 1.104 kru yang masih berada di kapal tersebut, sedangkan para penumpang telah turun di Hongkong. Seluruh kru dinyatakan negatif berdasarkan pemeriksaan otoritas Hongkong saat itu. Begitu juga dengan para WNI.
Yuri menuturkan dengan situasi itu, pemerintah memilih untuk menjemput para WNI ke kapal tersebut ketimbang menerima kapal bersandar di teritori Indonesia. “Rencana [evakuasi WNI] ketemu di perairan internasional, lalu pindah dari kapal ke kapal. Direncanakan seperti itu, tapi belum ada keputusan dari presiden,” kata Yuri. (Antara/JIBI)