Konsumsi Sabu-Sabu, Tukang Cukur Dibekuk

MADIUN—Seorang tukang cukur rambut di Kabupaten Madiun ditangkap aparat kepolisian karena mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Pencukur rambut di salah satu barbershop di Kelurahan Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, itu diduga kerap mengonsumsi sabu-sabu untuk motivasi kerja.
Kapolres Madiun, AKBP Eddwi Kurniyanto, mengatakan tukang cukur rambut yang menjadi pengguna sabu-sabu itu bernama Cundoko. Pria berusia 43 tahun itu ditangkap polisi saat sedang menikmati barang haram itu di dalam ruko barbershop di Kelurahan Mejayan, Selasa (11/2) malam.
Eddwi menyampaikan Cundoko mendapatkan barang haram itu dari seseorang yang bernama Didik. Satu paket sabu-sabu dibelinya dengan harga Rp1 juta. Sistem pembelian yang dilakukan dengan cara ranjau. Artinya, sabu-sabu yang telah dipesan itu ditempatkan di tempat yang sudah disepakati.
Kepada wartawan, Cundoko mengaku telah mengonsumsi sabu-sabu sejak tiga bulan lalu. Menurutnya, sabu-sabu ini digunakan untuk mendapat efek doping. Setelah mengonsumsi sabu-sabu, ia mengaku lebih bersemangat dan termotivasi dalam bekerja.
”Ya biar stamina kuat aja. Kerjanya kan juga bisa kuat. Saya hanya mengonsumsi, tidak menjualnya,” jelas warga Kelurahan Mejayan itu.
Selain menangkap Cundoko, lanjut Kapolres, Satres Narkoba Polres Madiun juga menangkap dua pelaku lain bernama Heri Subagyo dan Septian. Heri ditangkap aparat kepolisian di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, pada Jumat (24/1) dini hari. Dia ditangkap polisi saat sedang mengambil satu paket sabu-sabu yang diletakkan di pinggir jalan umum Desa Sidorejo.
Sedangkan tersangka Septian ditangkap di depan Indomart Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Rabu (19/2) dini hari. Saat ditangkap, pemuda berusia 22 tahun itu sedang mengambil satu paket barang haram di bawah tiang listrik depan Indomart.
AKBP Eddwi menuturkan ketiga pelaku ini tidak ada sangkut pautnya satu sama lain. Masing-masing memiliki jaringan sendiri. Pihaknya masih menyelidiki bandar sabu-sabu yang ada di belakang mereka.
”Dari tangan ketiga tersangka, kami menyita barang bukti sebanyak 15,24 gram. Ketiganya hanya sebagai konsumen. Mereka tidak menjual lagi sabu-sabu itu,” jelas dia.
Atas perbuatan itu, ketiga tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun dan pidana denda minimal Rp1 miliar. (Abdul Jalil/Madiunpos.com/JIBI)