Puluhan Ribu Orang di Soloraya Gagal Umrah

Farida Trisnaningtyas

JAKARTA—Wabah corona kian tak terkendali dan sudah menyebar ke 46 negara. Korban meninggal akibat virus mematikan dari Tiongkok tersebut tercatat lebih dari 2.800 jiwa.
Berkaitan dengan itu, Pemerintah Arab Saudi menunda visa kunjungan umrah ke Mekah. Dilansir AFP, Rabu (27/2), pengumuman penundaan visa kunjungan umrah ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. ”Pemerintah menunda sementara kunjungan umrah ke Masjid Nabawi di wilayah Kerajaan,” kata Kementerian Luar Negeri. Tak hanya visa umrah, kunjungan turis dari negara-negara yang terjangkit corona juga disetop.
Penghentian umrah untuk sementara itu langsung berdampak ke Indonesia, termasuk Soloraya. Biro perjalanan umrah di Tanah Air, termasuk Solo dan sekitarnya resah. Terlebih jumlah para jemaah umrah khususnya keberangkatan dari Soloraya jumlahnya mencapai 99.000-an pada 2019 lalu.
Alhasil, mereka terancam menelan kerugian besar jika perjalanan umrah tersebut tak bisa dilanjutkan hingga waktu yang tak ditentukan.
Bersambung ke Hal. 7 Kol. 4
Ketua Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Her Suprabu, mengatakan penghentian sementara visa umrah secara mendadak oleh Arab Saudi sangat mengejutkan. Padahal sejumlah biro anggota Perpuhi ada jadwal pemberangkatan umrah pada Kamis (27/2).
“Tentu ini sangat mengejutkan bagi kami. Padahal kami sudah siapkan semua, transportasi, hotel, konsumsi. Tentu akan bertambah efeknya untuk yang berangkat besok dan seterusnya. Di sisi lain, kebijakan maskapai juga beda-beda, ada yang masih lanjut, ada pula yang menyetop,” katanya, saat ditemui, Kamis sore WIB.
Alhasil, biro perjalanan ini terancam rugi besar jika penghentian keberangkatan umrah tersebut berlangsung lama. Menurutnya, pihak biro tentu sudah menyiapkan segalanya untuk para jemaah, seperti transportasi, katering, hingga hotel. Biaya yang dikeluarkan untuk pemesanan sarana penunjang umrah tersebut mencapai miliaran rupiah.
Her menjelaskan pihaknya telah mengimbau semua biro perjalanan umrah khususnya anggota Perpuhi untuk membikin surat pemberitahuan secara resmi kepada para jemaahnya. Isinya, antara lain agar para jemaah bersikap sabar dan tenang menghadapi kondisi ini serta berupaya menjadwalkan ulang atau reschedule pemberangkatan.
“Selain penjadwalan ulang, kami meyakinkan jemaah soal keamanan uang mereka. Kami juga tengah negosiasi berbagai pihak, mudah-mudahan semua memahami ini sebagai kondisi force major. Misalnya, maskapai bisa reschedule gratis, katering bisa juga ditunda, dan sebagainya. Jemaah tidak usah khawatir, solusinya jadwal ulang sesuai dengan paket yang telah mereka pesan,” paparnya.
Selain itu, pemilik Biro Perjalanan Haji dan Umrah Dewangga Lil Hajj Wal Umroh Solo ini menyebut bironya semestinya memberangkatkan jemaah umrah sebanyak lima kali pada Maret mendatang, yakni pada 5, 6, 14, 16, dan 21 Maret. Adapun dari jadwal tersebut, baru rombongan jemaah keberangkatan pada 5 dan 6 Maret yang sudah keluar visanya.
Pada 5 Maret 2020, jemaah yang berangkat menggunakan Garuda Indonesia, sementara 6 Maret 2020 via Turkish Airlines, 14 Maret dengan Lion Air dan Scoot, 16 Maret dengan Garuda Indonesia, dan 21 Maret via Scoot. Menurutnya, kalau dari maskapai Scoot asal Singapura memang sudah ada pemberitahuan untuk membatalkan penerbangan pada tanggal tersebut, lainnya pihaknya terpaksa reschedule.
“Jemaah kami ada yang masih di sana, berangkat pada 22 Februari dan pulang 1 Maret. Kerugian berapa belum bisa memastikan. Jika dihitung biaya satu perjalanan grup, bisa mencapai Rp 2 miliar,” katanya.
Kepala Seksi Penyelenggaran Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Suyono, mengatakan pihaknya sudah koordinasi dengan Perpuhi untuk menenangkan para jemaah.
“Biasanya para calon jemaah umrah yang diwakilkan oleh biro travel umrah meminta surat rekomendasi untuk pembuatan paspor melalui Kemenag. Kami juga menunggu informasi selanjutnya seperti apa,” ungkapnya.
Di sisi lain, Bandara Internasional Adi Soemarmo yang memiliki jadwal penerbangan langsung Solo–Madinah masih berjalan normal.
Airport Operation and safety Senior Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Goentor, mengatakan penerbangan umrah yang dari Bandara Adi Soemarmo masih operasional normal sampai Kamis (27/2). “Kami masih menunggu instruksi resmi dari Kemenhub terkait  penghentian penerbangan ke Arab Saudi,” katanya. (Farida Trisnaningtyas)