IBADAH UMRAH Jemaah Pilih Dijadwal Ulang

 

Farida Trisnaningtyas

SOLO—Sebagian jemaah umrah asal Soloraya memilih menjadwal ulang keberangkatan mereka ke Tanah Suci setelah Arab Saudi memastikan menghentikan sementara penerbitan visa umrah yang berdampak pada penutupan umrah mulai Kamis (27/2).
Mereka berharap penutupan perjalanan umrah sebagai dampak pencegahan penyebaran virus corona Covid-19 tersebut tidak berlangsung lama.
Salah satu jemaah asal Solo, Endah, mengaku sedianya berangkat umrah dengan keluarga besar pada April mendatang. Namun rencana tersebut terpaksa ia tunda lantaran adanya penghentian sementara keberangkatan umrah ke Arab Saudi.
“Ya, kecewa. Sudah diberi tahu pihak biro, kemungkinan besar kami jadwal ulang saja. Saya berharap segera dibuka kembali umrahnya sehingga kami sekeluarga bisa berangkat sesuai jadwal,” ujar calon jemaah umrah biro umrah Maghfirah, kepada Koran Solo, Jumat (28/2).
Bersambung ke Hal. 7 Kol. 1
Hal serupa dialami Rifki. Aparatur sipil negara (ASN) asal Klaten ini dijadwalkan bakal berangkat umrah pada 11 April. Namun ia masih menunggu informasi lebih lanjut dari biro perjalanan umrah yang bakal memberangkatkannya. Ia pun berpikir hendak menjadwal ulang kepergiannya.
“Sebenarnya saya baru bayar uang muka [down payment]. Rencana mau saya lunasi 11 Maret karena rencana berangkat pertengahan April. Tapi, kalau kondisi seperti ini saya pilih menunggu dulu kepastiannya seperti apa,” ungkapnya.
Di sisi lain, jemaah umrah asal Karanganyar, Wahyu Wiji, mengaku sudah mengetahui perihal penghentian sementara umrah dari Indonesia. Ia berangkat dengan biro perjalanan haji dan umrah Dewangga Lil Hajj Wal Umroh Solo pada Kamis (20/2) lalu dan dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Sabtu (28/2) waktu setempat.
“Saya beruntung bisa sampai Makkah. Tadi dapat kabar, ada yang sudah sampai Bir Ali [masjid], tapi tidak bisa masuk ke sini. Alhamdulillah, sejauh ini lancar semua. Suhunya sekitar 22 -25 derajat celsius saat pagi, hawanya dingin,” katanya melalui telepon.
Wahyu menambahkan hingga saat ini jadwal kepulangannya tidak ada perubahan. Ia akan menggunakan maskapai Lion Air berangkat pada Sabtu (29/2) pukul 21.35 waktu setempat dan sampai Solo pada Minggu (1/3) pukul 12.20.
“Minggu Insya Allah, sudah sampai rumah,” imbuhnya.
Ketua Persaudaraan Pengusaha Travel Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Her Suprabu, mengatakan pihaknya memang telah mengajukan opsi penjadwalan ulang kepada calon jemaah umrah. Di sisi lain, ia tengah bernegosiasi dengan sejumlah pihak agar reschedule keberangkatan umrah tersebut tidak mengucurkan biaya-biaya tambahan yang besar.
“Para stakeholder sudah rapat khususnya maskapai mengenai hal ini. Maskapai pun sudah memberikan edaran kepada pemesannya [biro umrah], tiket bisa dijadwal ulang tanpa ada biaya tambahan. Tentu ini angin segar bagi kami karena 60% biaya umrah untuk mengaver transportasi ini,” katanya.
Lebih lanjut Her menjelaskan pihaknya tengah nego dengan hotel supaya memberikan kelonggaran serupa. Begitu pula dengan kedutaan Arab Saudi selaku otoritas yang berhak mengeluarkan visa atau izin masuk ke sana. Hal ini lantaran biaya pembuatan visa cukup mahal, yakni sekitar Rp3 juta/orang.
Perpuhi mencatat rata-rata ada sebanyak 2.000-an jemaah yang berangkat umrah melalui Bandara Adi Soemarmo setiap pekannya. Dengan demikian, jika pemberangkatan umrah ini disetop sepekan, maka akan ada 2.000-an jemaah yang batal terbang. Begitu pula jika dua pekan, jadi 4.000-an jemaah cancel umrah.
Sebelumnya, Perpuhi menyebut sepanjang 2019 ada sebanyak 99.000 jemaah umrah melalui Bandara Adi Soemarmo. Jika dihitung, umrah tersebut berlangsung selama 9 bulan, jadi perbulan ada 11.000 jemaah yang berangkat, dan ada 2.750 jemaah per pekannya.
“Kami imbau anggota Perpuhi kepada para calon jemaah untuk jadwal ulang, meski tanggalnya belum bisa dipastikan kapan,” katanya.
Pemilik biro umrah Dewangga Lil Hajj Wal Umroh Solo ini menambahkan para jemaahnya sejauh ini tidak ada yang membatalkan. Mereka kebanyakan memilih menjadwal ulang keberangkatannya. Dalam waktu dekat, pihaknya bakal mengumpulkan para jemaah khususnya yang dijadwalkan berangkat pada Maret 2020.