Menjambret Warga Lansia, Residivis Ditangkap

KARANGANYAR—Residivis kasus pencurian, Bima Agung Rahmadi, 34, kembali tertangkap setelah menjambret dompet milik perempuan lansia pada Kamis (27/2) pukul 05.45 WIB.
Informasi yang dihimpun Koran Solo, pelaku yang tercatat sebagai warga Kecamatan Pasarkliwon, Kota Solo, itu sempat menjadi bulan-bulanan massa sebelum akhirnya dibawa ke Polsek Jaten. Bima pernah berurusan dengan polisi pada tahun 2016. Dia ditangkap karena mencuri handphone yang ditinggalkan pemilik di sepeda motor. Bima kembali berulah pada Kamis dengan sasaran warga Dukuh Gunungwijil, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Saminah, 70.
Saat kejadian, Saminah hendak pergi bekerja. Dia mengendarai sepeda ontel. Saminah meletakkan dompet pada keranjang sepeda bagian depan. Kebiasaan Saminah meletakkan barang di keranjang mengundang malapetaka. Setelah berjalan dua kilometer dari rumahnya, Saminah berpapasan dengan Bima. Lelaki itu membuntuti Saminah hingga Dukuh Karangrejo, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten dan mengambil dompet perempuan itu dari keranjang.
Bima mengaku spontan saat melancarkan aksinya. Saat itu dia mengendarai sepeda motor Honda Vario berpelat nomor AD 3249 XA. ”Tidak berencana. Spontan saat berpapasan dengan korban lihat dompet di keranjang lalu balik kanan mengikuti. Dompet kecil,” ujar dia saat ditanyai Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, di Mapolres Karanganyar, Jumat (28/2).
Bima mengaku Kamis pagi itu hendak mencari pekerjaan ke sejumlah pabrik di Palur dan sekitarnya. Tetapi, motor yang dia kendarai nyaris kehabisan bahan bakar. ”Saya mau beli bensin untuk cari kerjaan di Palur dan Karanganyar. Biasanya di pintu depan pabrik ada tulisan ’dibutuhkan’. Maka itu spontan waktu jalan kosong lihat dompet di depan,” ujar dia.
Bima mengelak saat dirinya dituding melakukan kejahatan seksual terhadap korban. Dia mengaku tidak menyenggol tubuh Saminah saat mengambil dompet dari keranjang. ”Saya bukan begal payudara. Kalau kesenggol kan jatuh ibunya. Dia enggak jatuh. Saya enggak punya pikiran kayak gitu [melakukan kejahatan seksual],” tutur dia.
Korban berteriak minta tolong saat dompetnya diambil. Isi dompetnya uang Rp17.000 terdiri dari satu lembar Rp10.000, Rp5.000, dan Rp2.000. Teriakan Saminah didengar penjual bubur di dekat lokasi kejadian, Muhammad Syahrial Muchtar, 24. Dia berinisiatif mengejar pelaku hingga Boulevard UNS Solo. Aksi kejar-kejaran mengendarai sepeda motor itu berlangsung lama hingga akhirnya pelaku menabrak trotoar di Boulevard UNS.
Syahrial dibantu petugas satpam yang berjaga di Boulevard UNS membawa Bima masuk ke pos satpam. Saat itu massa sudah berkerumun di Boulevard UNS. Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, mengapresiasi partisipasi warga membantu kerja polisi. Pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Jaten.
“Dia ini residivis kasus pencurian. Baru keluar penjara. Kami berterima kasih kepada warga karena telah membantu menangkap pelaku. Kami bawa ke kantor polisi supaya tidak diamuk massa. Pelaku kami jerat dengan Pasal 362 dengan hukuman maksimal lima tahun penjara. Mudah-mudahan jera,” ungkap Kapolres saat menggelar jumpa pers. (Sri Sumi Handayani)