Tipu Konsumen, Karyawan Diler Jadi Tersangka

SRAGEN—Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen menetapkan Mustaqim, seorang karyawan Diler Motor PT Nusantara Sakti Cabang Sragen, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan terhadap ratusan konsumen motor di diler tersebut dengan modus operandi menawarkan harga yang lebih murah dari harga diler.
Mustaqim ditetapkan tersangka setelah menyerahkan diri ke Polres Sragen dan mengakui perbuatannya. Penjelasan itu disampaikan Kasubbag Humas Polres Sragen AKP Harno yang diamini Kasatreskrim Polres Sragen AKP Supardi saat dihubungi Koran Solo, Jumat (28/2). Harno mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menjelaskan tersangka diperiksa penyidik Satreskrim Polres Sragen secara maraton.
“Mustaqim menyerahkan diri ke Polres Sragen, pada Rabu (26/2) lalu, karena merasa korbannya banyak. Tersangka mengaku sengaja melakukan hal itu dan duitnya digunakan untuk keperluan pribadi. Sampai saat ini masih diakui sendiri dan belum melibatkan orang lain. Kami masih terus mendalami perkara itu,” ujar Harno.
Mustaqim menyerahkan diri ke Polres Sragen setelah 16 hari menghilang. Ratusan warga yang merasa menjadi korban Mustaqim sempat berkumpul di Taman Krido Anggo dan sempat mendatangi Diler Motor PT Nusantara Sakti Cabang Sragen. Dari pihak diler dan warga dimediasi Polres Sragen agar angsuran kredit tidak ditagih selama perkara belum tuntas.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Korban Nusantara Sakti Sragen, S. Jadi, saat ditemui Koran Solo di SMPN 1 Sukodono, Sragen, Jumat, mengaku sudah mendengar bila Mustaqim menyerahkan diri ke Polres
Sragen.
Jadi mengatakan para korban akan berkumpul di halaman Balai Desa Bendo, Sukodono, untuk berkoordinasi, Sabtu (29/2). Jadi mengundang sekitar 200 orang dan mayoritas warga Sukodono.
“Besok kami berkumpul untuk menyiapkan segala sesuatunya agar perkara di kepolisian itu segera tuntas. Kami juga terus melakukan validasi data anggota. Kami juga menyiapkan bukti-bukti yang valid. Sampai sekarang belum diketahui nilai kerugian korban. Kami memperkirakan nilai kerugian itu mencapai miliaran rupiah. Kami juga segera menyiapkan saksi dan menunjuk pengacara,” jelasnya.
Jadi pun mengadukan perkara itu ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Sragen dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Jadi akan mengadukan persoalan yang melibatkan orang banyak itu ke DPRD Sragen dan Bupati Sragen agar memiliki perhatian kepada korban. “Kami mendorong Mustaqim harus jujur dan berusaha mengungkap fakta yang ada,” ujarnya. (Tri Rahayu)