Uber Rintis ”Ojek” Helikopter di Australia

MELBOURNE—Layanan berbagi kendaraan, Uber merencanakan layanan baru, UberAir, berupa 1.000 helikopter yang akan digunakan melayani penumpang di Melbourne, Australia, mulai tahun ini.
Dalam dokumen yang dibaca oleh ABC disebutkan, layanan ditargetkan sudah siap tahun ini, termasuk 83 tempat pendaratan heli di seluruh kota.
Bersambung ke Hal. 7 Kol. 4
Namun dokumen tersebut sejauh ini masih bersifat rahasia dan didapat oleh Petra Stock, seorang peneliti masalah, melalui UU Kebebasan Informasi.
Uber sebelumnya mengungkapkan adanya rencana uji coba layanan jasa helikopter di tiga kota yaitu Melbourne, Los Angeles dan Dallas (keduanya di Amerika Serikat).
Menurut dokumen itu, layanan helikopter akan terbang di ketinggian 457 meter dengan kecepatan antara 241-321 km per jam dan menempuh jarak sampai sejauh 96 km.
Menurut Uber, tingkat kebisingan dari helikopter tersebut adalah 67 decibel bagi mereka yang berada di darat, ketika helikopter tersebut mencapai ketinggian 75 meter.
Tingkat kebisingan ini sama dengan suara mesin pengisap debu (vacuum cleaner) atau suara dari jalanan yang sibuk.
Petra Stock mengatakan dia mengkhawatirkan dampak dari skema layanan helikopter Uber tersebut. Sejauh ini tidak banyak informasi yang tersedia mengenai rencana Uber ini.
”Kita tidak tahu rinciannya seperti apa. Misalnya berapa helikopter yang akan dioperasikan, berapa landasan dan ke mana saja heli itu akan terbang,” kata Stock kepada ABC, Jumat (29/2).
”Kita tidak tahu dampaknya terhadap privasi. Misalnya bagaimana mereka menggunakan data nomor telepon kita,” tambahnya.
Dalam dokumen yang didapat Petra Stock tersebut, terdapat kata-kata ”Commercial in confidence. Highly sensitive-do not distribute (Dilarang membaca tanpa izin, sangat sensitif, jangan disebarkan).”
Disebutkan bahwa kelompok kerja yang terdiri dari pihak berwenang di tingkat negara bagian dan federal bekerja sama dengan Uber untuk memfasilitasi proses yang ada.
Menurut badan promosi wisata di negara bagian Victoria, helikopter Uber tersebut tidak perlu mengikuti rute tetap, serta puncak gedung tinggi dan tempat parkir dengan mudah bisa diubah menjadi landasan heli.
Uber sebelumnya menyatakan uji coba sudah dilakukan di Melbourne, Los Angeles dan Dallas, dan diperlukan sekitar 1.000 helikopter serta 83 landasan agar bisnis tersebut menguntungkan.
Bila semua disetujui, layanan transportasi helikopter akan dimulai tahun ini dengan menggunakan fasilitas yang sudah tersedia di Bandara Tullamarine dan Pusat Kota Melbourne. (detik/JIBI)