Penipu Berkedok Investasi Dibekuk

MADIUN—Seorang wanita, Lamini, yang mengaku sebagai karyawan Bank BRI melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus investasi perumahan. Dari tipu-tipu itu, Lamini berhasil menggondol uang
Rp500 juta.

Abdul Jalil
redaksi@koransolo.co

Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Suharyono, mengatakan Lamini sudah menjadi buronan polisi sejak enam bulan lalu. Wanita itu dibekuk oleh anggota Satreskrim Polres Madiun Kota pada 11 Februari 2020 di rumah kontrakannya di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
Tersangka mengelabuhi para korbannya dengan mengaku sebagai karyawan Bank BRI Surabaya. Setelah korban mempercayainya, tersangka kemudian menawarkan kerja sama usaha di bidang properti perumahan.
“Tersangka bukan karyawan BRI. Itu hanya dijadikan modus untuk mengelabuhi korban. Supaya korban percaya dengan tersangka,” jelas dia kepada wartawan di Mapolres Madiun Kota, Jumat (28/2).
Suharyono menyampaikan dengan bermodal pakaian seragam pegawai bank BRI itu, Lamini berhasil menipu para korbannya. Ada tiga orang korban yang berhasil ditipu oleh Lamini. Dari tiga korban yang merupakan warga Kota Madiun itu, Lamini berhasil mengumpulkan uang senilai Rp500 juta.
Keuntungan Besar
Kepada para korbannya, ia menawarkan kerja sama yang menggiurkan hingga akhirnya korban tertarik. Selain itu, dia menjanjikan keuntungan sebesar 10% dari modal yang telah disetorkan dan akan dikirim setiap bulan. “Korban memang diming-imingi dengan keuntungan besar. Sedangkan pengakuannya sebagai pegawai BRI hanya modus supaya korban percaya,” jelasnya.
Setelah mendapatkan uang dari tiga korbannya, tersangka kemudian melarikan diri dan tanpa memberi tahu kepada para korbannya. Para korbannya pun kelimpungan saat mengetahui Lamini sulit ditemui dan dihubungi.
Para korban kemudian mengecek bisnis yang dijanjikan dan ternyata kegiatan bisnis itu tidak ada. Selanjutnya, para korban mengetahui bahwa pelaku bukan pegawai BRI Surabaya.
Dari pengakuannya, tersangka baru melakukan tipu-tipu berkedok investasi di Madiun. Tetapi, hasil penyelidikan menyebutkan tersangka tinggal tidak menetap di satu lokasi, pernah tinggal di Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang.
Atas perbuatannya itu, wanita asal Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang itu akan dijerat Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP. (Madiunpos.com/JIBI)