Meyakinkan Milenial Berani Investasi

Bisa diceritakan awal-awal Anda membangun Bibit.id?
Sebelum Bibit.id, saya lebih dulu mengembangkan Stockbit sekitar 8 tahun, sejak 2012. Selama ini yang dirasakan, orang mengerti pasar modal baru sekitar 1%. Masih sedikit. Stockbit kami bangun sebagai aplikasi data saham atau jual saham, tapi pendekatannya lebih ke edukasi bagaimana membantu orang berinvestasi di pasar modal.
Namun, setelah kami pelajari, selama ini susahnya untuk mengedukasi masyarakat Indonesia terkait dengan investasi di saham. Jadi, kami mencari mekanisme yang lebih tepat, sesuai dengan masyarakat Indonesia yang mayoritas sebanyak 90% adalah investor pemula. Reksa dana ini kami lihat sesuatu yang simpel, mereka dapat memulai investasi dengan benar, bahkan tanpa pengalaman.
Jadi, ketika membangun Bibit, visi kami membuat aplikasi reksa dana untuk investor pemula, supaya mereka bisa memulai investasi. Itu adalah kuncinya. Sejak 2016, kami mulai rilis Bibit.id, ini adalah akuisisi dari Bibitnomic pada Oktober 2018. Lalu, resmi rilisnya sejak Januari 2019.
Bibit.id ini tidak sekadar supermarket, tetapi dilengkapi dengan robo advisor yang dapat membantu memudahkan orang untuk berinvestasi. Jadi, dengan robo advisor pemilihan jenis investasi, bisa kami bantu berdasarkan risiko investor.

Saat ini berapa penggunanya?
Untuk aplikasi kami sudah di-download lebih dari 500.000 kali. Kalau dilihat skala, boleh disebut ini aplikasi reksa dana pertama yang melewati 500.000 download. Penggunaanya tersebar di berbagai wilayah Indonesia dari 518 kota dan provinsi dari Aceh hingga Papua. Demografinya itu lebih dari 90% di bawah usia 35 tahun, dan yang paling besar di daerah Jabodetabek.

Berapa untuk total produknya?
Kami ada kerja sama dengan 18 manajer investasi, ada sekitar 100 lebih produk reksa dana. Untuk manajer investasi tentu kami lakukan seleksi ketat, kami tidak berani jual semua produk karena kami belum yakin untuk menjual reksa dana yang track record-nya belum terbentuk. Jadi, kami lebih memilih reksa dana yang memiliki track record yang tepercaya, mengingat user kami adalah investor ritel pemula. Bagi kami, membangun kepercayaan investor adalah nomor satu.

Kalau pertimbangannya memilih manajer investasi?
Kami punya tim analis. Bagi kami yang terpenting adalah kualitas dari manajer investasi. Kalau ada analisis kuantitatif dan kualitatif, bagi kami yang paling penting adalah kualitatifnya. Jadi, kami tanya ke pemain industri, kami tanya bagaimana track record atau reputasinya. Secara jangka panjang, menurut kami, itu yang paling penting. Intinya, kualitas dari manajer investasi, menurut kami, adalah well position. Jadi kami, memilih yang tepercaya.
Kemudian, kami tidak mementingkan return dalam waktu sebulan ataupun setahun. Kami lebih mementingkan return jangka panjang yang konsisten, jangka waktu bisa 5 tahun atau lebih. Menurut kami, itu lebih penting dari pada menyortir berdasarkan return per tahun karena return terlalu besar juga tidak bagus.

Jadi, produk reksa dana yang dijual tidak banyak?
Kalau ngomong kelengkapan, mungkin kami kalah. Namun, kalau mau adu banyak produk yang bagus, mungkin kami lebih banyak. Kalau banyak produk itu termasuk yang enggak bagus ya, kami kalah sih, ha ha ha ha.

Banyak anak milienial mungkin yang ingin tahu bagaimana memulai investasi?
Fokus utama kami adalah user dan bagaimana membangun kepercayaan. Jadi, kami tidak sekadar membuat aplikasi saja, kita harus mengetahui mindset orang seperti apa dan kebiasaannya seperti apa karena tiap-tiap orang berbeda.
Berapa harus memulai investasi, kami tidak ada patokan. Lewat Bibit bisa mulai [investasi] dengan Rp100.000, bahkan Rp10.000. Atau bisa dimulai dari menyisihkan 10% atau 20% gaji. Saya rasa hanya dari kita memulai baru akan tahu. Itu tahapan yang harus dilalui tiap-tiap pengguna.
Jadi, kalau dulu membangun relationship harus dari human to human, tapi sekarang harus membuat relationship antara human ke aplikasi. Memang susah membuat aplikasi yang human dan transparan untuk meyakinkan user.

Dari pengguna yang ada, seperti apa perilaku investasinya?
Kebiasaan investor di Bibit.id membeli reksa dana mencapai jutaan rupiah, kami mendorong orang untuk menabung secara konsisten. Kalau orang mau beli Rp100.000 atau Rp10.000, tidak masalah. It’s not about the return, it’s about the habits. Beli Rp100.000 tidak masalah per bulan akan jauh lebih berarti. Jadi, bagaimana dia memiliki keyakinan untuk pelan-pelan meningkatkan kebiasaan ini. Jadi, memiliki visi jangka panjang.

Inovasi baru apa yang sedang disiapkan?
Kami baru rilis goals setting. Goals setting ini, misalnya, orang bisa merencanakan pernikahan, umrah, beli rumah, atau kendaraan. Lewat aplikasi, kami bantu mengalkulasi paling tidak harus menyisihkan dana berapa.
Goals setting ini yang akan membantu investor lebih teratur lagi, tapi untuk goals ini pun sebenarnya kami juga punya rasio tidah hanya untuk mewujudkan goal konsumen. Saya selalu bilang ke teman-teman, kami tidak hanya perusahaan fintech [financial technology], kami adalah creative company, melakukan hal-hal yang out of the box, lebih terkoneksi.
Robo advisor kami juga sudah cukup pintar bisa mengetahui profil agresif atau konservatif dari setiap investor. Jadi, apakah tujuannya untuk jangka pendek atau jangka panjang nanti akan disesuaikan.
Kami juga sudah merencanakan untuk penjualan Surat Berharga Negara, kami sudah punya izinnya, tapi belum rilis saja.

Sepanjang setahun ini, tantangan apa saja yang dihadapi?
Menurut kami, kami bukan melihat tantangan, melainkan bagaimana kami bisa improve secara kontinyu untuk melakukan inovasi. Kalau dari saya sendiri segalanya harus baik dari segala aspek. Tidak ada guna kalau yang terbaik hanya satu aspek saja. Kami coba melihat kebiasaan orang juga, makanya kami luncurkan pembelian reksa dana bayarnya pakai Gopay biar milenial ini lebih mudah dan punya pilihan payment beragam.

Capaian selama ini, apakah melebih ekspektasi Anda?
Sebenarnya saya tidak punya ekspektasi, sesuai prinsip kami saja yang terpenting semua do the best, tidak terlalu fokus satu hal, kalau melakukan yang terbaik user akan menggunakan itu, sesederhana itu saja. Jadi, tidak ada yang harus dipaksakan.