Longsor di Wonogiri Rusakkan Rumah Warga

WONOGIRI—Akibat hujan dengan intensitas sedang lebih dari satu jam pada Senin (23/3), dua kecamatan di Wonogiri mengalami bencana alam tanah longsor.

Dua kecamatan tersebut yakni Kecamatan Tirtomoyo dan Kecamatan Kismantoro. Lokasi longsor di Tirtomoyo berada di Desa Sidorejo, sedangkan lokasi longsor di Kismantoro berada di Desa Plosorejo, Desa Bugelan, Desa Pucung dan Kelurahan Gesing.

Di Desa Sidorejo, Tirtomoyo, terdapat dua rumah yang terkena longsor. Pertama, bangunan rumah milik Yatno, warga Dusun Nglecung RT 002/RW 008. Dinding bagian belakang rumah Yatno ambrol. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian material sekitar Rp5 juta.

Kedua, rumah milik Nyamen, Dusun Sidowayah RT 003/RW 009, Desa Sidorejo. Rumah Nyamen tertimpa longsoran dari tebing belakang rumah setinggi 30 meter dengan panjang 20 meter. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian material diperkirakan hingga Rp50 juta.

“Saat ini penghuni rumah telah mengungsi ke rumah saudaranya. Upaya pemulihan dampak kejadian dilakukan oleh warga sekitar, sukarelwan, anggota BPBD, TNI dan Polri,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonigiri, Bambang Haryanto, kepada wartawan, Selasa, (24/3).

Di Desa Plosorejo, Kismantoro, rumah milik Prawiro, warga Dusun Kepuh RT 003/RW 001 mengalami kerusakan pada bagian dinding. Kerugian material mencapai Rp15 juta.

Sementara itu, di Dusun Waru, Desa Bugelan, Kismantoro, tebing tenah di depan rumah warga longsor dan menimpa badan jalan, sebagian masuk ke dalam rumah. Kerugian materila mencapai Rp10 juta, upaya pemulihan telah dilakukan secara gotong-royong oleh warga sekitar.

Tanah longsor juga menimpa di badan jalan jalur provinsi Jawa Tengah–Jawa Timur, tepatnya di Desa Pucung, Kismantoro. Arus lalu lintas di jalan tersebut sempat terhenti, tetapi saat ini sudah noraml kembali. Upaya pemulihan dilakukan oleh warga sekitar, sukarelwan, anggota BPBD, TNI dan Polri.

Sementara itu, akibat arus aliran air sungai mengakibatkan talud jembatan di Desa Gesing, Kismantoro, yang menghubungkan jalan antar desa mengalami kerusakan. Upaya sementara, adanya kerusakan jalan dipasang papan peringatan.

“Saat ini tengah melakukan koordinasi dengan bina marga wilayah lawu selatan. Karena aset jalan merupakan milik Pemda Provinsi,” kata Bambang. (M. Aris Munandar)