Upaya Putus Mata Rantai Corona 70 Orang Rombongan Besan Dipulangkan

SRAGEN—Rombongan besan asal Dukuh Melikan, RT 03, Desa Gebang, Kecamatan Sukodono, Sragen, yang berangkat menuju Pulokulon, Grobogan, dipulangkan ke kampung halaman demi memutus rantai persebaran virus corona.
Mereka batal mengikuti kegiatan ngundhuh mantu meski sudah menempuh separuh perjalanan menuju Pulokulon, Selasa (24/3).
Informasi yang dihimpun Koran Solo, rombongan yang berjumlah sekitar 70 orang itu sudah berangkat dari Dukuh Melikan menuju lokasi ngundhuh mantu di Pulokulon. Meski sudah melewati separuh dari perjalanan, tepatnya di Getasrejo, Grobogan, mereka diminta pulang ke Dukuh Melikan oleh jajaran Musyawaran Pimpinan Kecamatan (Muspimcam) Sukodono. “Sampai separuh perjalanan, salah satu warga ditelepon supaya rombongan diminta pulang. Rombongan mau diberi pengarahan dari Kapolsek dan Puskesmas,” terang Widodo Saputra, salah satu anggota keluarga besan kepada Koran Solo, Rabu (25/3).
Meski rombongan besan asal Gebang itu sudah ditunggu oleh pihak keluarga pengantin pria, mereka akhirnya balik kanan. Sesampainya di kampung halaman, mereka dikumpulkan di halaman Kantor Balai Desa Gebang untuk diberi pengarahan. Meski berat, mereka akhirnya legawa.
“Namanya, [ngundhuh] mantu, biasanya tidak sembarangan dalam memilih hari. Biasanya dicari hari yang paling baik di antara hari yang baik. Meski sudah ditunggu [yang punya hajat], mau bagaimana lagi. Pak Kapolsek yang menyuruh kembali. Kalau tidak kembali dikira kami tidak taat hukum karena kita berada di negara hukum. Apa yang dilakukan oleh pemerintah juga demi kebaikan bersama,” papar Widodo.
Sementara itu, semua jajaran muspimcam dalam beberapa hari terakhir gencar menyosialisasikan upaya mengantisipasi penularan virus corona. Mereka keliling dari satu kampung ke kampung lain. Kepada warga, mereka juga mengimbau untuk menunda kegiatan pengumpulan massa, termasuk menggelar pesta hajatan untuk sementara waktu demi memotong rantai persebaran virus corona. Pada Senin (23/3) lalu, jajaran Muspimcam Kalijambe mendatangi rumah warga yang berniat menggelar hajatan yang dimeriahkan dengan pertunjukan cokekan di Dukuh Ngampon, Desa Krikilan.
“Saat kami datang, mereka bersiap menggelar seni musik cokekan. Sebelumnya kami sudah mengimbau supaya kegiatan semacam itu ditiadakan dahulu. Setelah kami beri sosialisasi terkait bahaya virus corona, Alhamdulillah warga mau legawa. Mereka tidak jadi menggelar cokekan yang bisa mengundang datangnya banyak orang,” terang Kapolsek Kalijambe, AKP Aji Wiyono. (Moh. Khodiq Duhri)