1 Pasien di RSUD Moewardi Sembuh

Mariyana Ricky P.D.

SOLO—Salah seorang pasien terkonfirmasi positif corona yang dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo dinyatakan sembuh, Kamis (26/3) sore. Pasien berjenis kelamin perempuan itu diperbolehkan pulang ke rumah.
Hasil swab tenggorokan dua kali menunjukkan negatif corona. Pasien ke-5 di rumah sakit milik pemerintah provinsi tersebut asal Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres dan merupakan kerabat pasien ke-2 yang meninggal dunia, Selasa (24/3) lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan laporan dari RSUD dr. Moewardi menunjukkan hasil swab negatif dua kali berturut-turut.
Namun setelah dinyatakan sembuh dan diperkenankan pulang, pihaknya tetap meminta pasien itu tidak keluar rumah guna meminimalisasi kontak dengan warga lain.
“Memang sebenarnya Covid-19 itu bisa sembuh sendiri. Apalagi kalau daya tahan tubuhnya baik. Tapi jangan karena bisa sembuh sendiri itu lantas seenaknya sendiri. Tetap harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan jaga jarak,” ucapnya, kemarin.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, juga membenarkan informasi tersebut. “Iya sudah sembuh, tapi masih dalam pantauan kami agar sehat terus. Prinsipnya kalau ada yang membaik saya senang sekali. Ini kabar baik, ya,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Lurah Mojosongo, Winarto saat dihubungi Koran Solo, Kamis sore. “Betul, pulang dari RSUD dr. Moewardi Kamis sekitar pukul 15.00 WIB. Saya tidak menjemput, keluarga, tetangga, kerabat, Pak RT-RW yang menunggu. Saya tidak tahu hasil swab-nya bagaimana, tapi kalau sudah boleh pulang artinya dokter sudah menyatakan kalau warga kami itu sudah sehat,” ucapnya melalui sambungan telepon.
Winarto menyebut menyusul kepulangan pasien ke-5 tersebut posko siaga karantina mandiri belasan rumah di lokasi itu dibongkar. Kendati begitu, keluarga pasien ke-5 itu kondisi kesehatannya masih terus dipantau.
Kendati pasien ke-5 dinyatakan sembuh namun laman resmi Corona Pemprov Jawa Tengah di corona.jatengprov.go.id pada Kamis pukul 21.00 WIB belum menunjukkan pembaruan. Angka pasien sembuh masih 0, kemudian jumlah pasien terkonfirmasi positif corona yang dirawat di RSUD dr. Moewardi berjumlah empat orang.
Terdapat enam kasus meninggal akibat Covid-19 dengan perincian empat orang meninggal di RSUD Dr. Moewardi Solo, satu orang di RSU dr. Soedjono Magelang, dan satu orang di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Total jumlah orang dalam pengawasan (ODP) 69 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) 22 orang.
Sementara itu, RSUD dr. Moewardi dikabarkan menerima lagi pasien positif corona. Penambahan kasus positif di Solo disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto. Dimintai tanggapan mengenai hal itu, Siti Wahyuningsih mengaku belum mendapatkan laporan. Ning, sapaan akrabnya, bakal berkoordinasi terkait info itu dengan pihak rumah sakit. “Mungkin dirujuk di RSUD dr. Moewardi, tapi belum tentu warga Solo. Makanya saya akan koordinasi dulu,” ucap Ning.
Sekda Solo Ähyani juga tidak memiliki informasi lengkap mengenai pasien itu. “Kalau soal tambah satu pasien lagi saya belum bisa kasih informasi detail, cuma memang benar ada penambahan pasien, satu orang sepertinya. Kalau satu orang yang meninggal informasinya terkait dengan yang suspect kemarin [asal Grogol, Sukoharjo]. Tapi detailnya kita tunggu keterangan dari Provinsi atau rumah sakit,” jelasnya.
Gelombang Mudik
Sementara itu, terkait gelombang mudik para perantau dari Ibu Kota ke Soloraya, Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan tindakan mereka mengabaikan imbauan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang melarang pulang kampung. Padahal, imbauan itu sudah disampaikan dua pekan lalu.
“Jika gelombang mudik enggak bisa dibendung. Harapan saya kepala daerah harus memaksa mereka karantina mandiri sesudah sampai di kampung. Periksa dulu kondisinya seperti apa. Jangan sampai kita sudah melakukan apapun untuk mencegah persebaran di tingkat lokal, mereka yang datang bawa virus. Kami enggak menuduh, ini wujud antisipasi,” kata dia, kepada wartawan di Rumah Dinas Loji Gandrung.
Rudy meminta pemudik untuk proaktif melaporkan riwayat perjalanannya. Informasi itu disampaikan kepada pemerintah daerah. Sehingga jika terjadi sesuatu, pemerintah bisa lebih cepat mengambil tindakan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengaku masih menyusun rencana pengawasan arus mudik. “Masih dikomunikasikan, yang jelas puskesmas, dan pemangku wilayah (lurah dan camat) wajib koordinasi. Kalau ada yang pulang kampung harus lapor ke kami dan mereka sebaiknya begitu datang langsung karantina mandiri dua pekan,” ucapnya.
Sebagai informasi, berdasarkan survei angkutan Lebaran tahun lalu pemudik yang memasuki wilayah Kota Solo paling banyak dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Bahkan, Kota Solo menjadi tujuan mudik tertinggi diantara kabupaten/kota lainnya di Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah 642.789 orang pemudik atau sekitar 4,31 persen.
Pemerintah mengumumkan data terbaru virus corona per Kamis (26/3) tercatat 893 kasus positif, 35 sembuh, dan 78 meninggal. Jumlah kasus positif mengalami penambahan sebanyak 103 kasus menjadi 893 kasus.
Penambahan kasus paling banyak dari DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan sebanyak 14 kasus. Jumlah pasien sembuh bertambah 4 orang menjadi 35 orang, sedangkan kasus meninggal dunia mengalami penambahan 20 kasus menjadi 78 kasus.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan para anggota keluarga personel Kedutaan Besar AS di Jakarta, Misi AS untuk ASEAN, Konsulat Jenderal AS di Surabaya, dan Konsulat di Medan untuk meninggalkan Indonesia. Perintah ini khususnya diperuntukkan bagi para anggota keluarga yang berusia di bawah 21 tahun.
Dalam pengumuman yang diterbitkan di situs Kedubes AS di Indonesia, Kamis (26/3), disebutkan keputusan itu diambil Departemen Luar Negeri berdasarkan kondisi penjangkitan wabah Covid-19 di Indonesia, kapasitas pelayanan medis di Indonesia, dan ketersediaan penerbangan keluar dari Indonesia saat ini. (R. Bambang Aris Sasangka/detik)