DAMPAK PANDEMI COVID-19 Proyek Stadion Kebo Giro Berpotensi Molor

BOYOLALI—Pembangunan Stadion Kebo Giro tahap akhir pada tahun ini terancam molor menyusul persebaran wabah virus corona. Hingga akhir Maret, proyek stadion yang terletak di Desa Paras, Cepogo, Boyolali itu belum kunjung berlanjut.
Proyek masih menyisakan pembangunan tribune VIP serta fasilitas pendukung seperti jalan. Informasi yang dihimpun Espos, pembangunan stadion berkapasitas 12.000 penonton itu terhenti setelah pergantian tahun. Padahal Pemkab Boyolali menargetkan proyek selesai pada akhir 2020. Kepala Desa Paras, Ari Yuwono, mengatakan belum ada kelanjutan pembangunan stadion tahap akhir pada tahun ini.
Menurut informasi yang didapatnya, proyek Stadion Kebo Giro pada 2020 masih dalam tahap lelang. “Kabarnya sedang proses lelang. Namun, kalau kondisinya seperti ini [wabah corona], bisa jadi pembangunannya mundur,” ujar Ari saat dihubungi Espos, Senin (30/3).
Ari mengatakan pertimbangan kesehatan saat ini perlu diutamakan untuk mengantisipasi persebaran corona. Beberapa hari lalu, Pemdes Paras bersama aparat Polsek Cepogo berinisiatif menutup stadion dari aktivitas warga untuk sementara demi menekan persebaran Covid-19. Pemerintah setempat telah memasang portal dan spanduk imbauan agar warga tidak nekat masuk stadion.
“Di kondisi sekarang, yang penting adalah kesehatan warga. Kami berkoordinasi dengan Pemkab dan Polsek Cepogo untuk sosialisasi penutupan sementara Stadion Kebo Giro,” tutur Ari.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Boyolali, Susilo Hartono, mengatakan Pemkab mengalokasikan dana Rp11 miliar untuk menyelesaikan proyek stadion pada tahun ini. “Pada 2019 dan 2020, total ada Rp22 miliar yang dikeluarkan. Pembangunan tahun ini termasuk penataan lingkungan stadion,” ujar Susilo.
Stadion Kebo Giro yang berdiri di lahan seluas 15 hektare dibangun dengan standar FIFA. Lapangan menggunakan rumput jenis zoysia martella yang memiliki kualitas resapan bagus. Stadion juga dilengkapi pemandian air panas, ruang ganti dan ruang pemanasan indoor. Akses keluar masuk stadion akan dibuat berbeda untuk menghindari kemacetan saat ada pertandingan. (Chrisna Chanis Cara/JIBI)