Gunakan Masker Kain

Saat orang batuk, bersih, berbicara dan bernapas sebenarnya menyemburkan percikan air dari tubuh ke udara. Percikan itu bernama droplet yang menjadi sarana penyebaran penyakit termasuk Covid-19. Belakangan untuk mencegahnya, penggunaan masker kain disarankan, sebab penggunaan masker medis kini hanya diprioritaskan bagi petugas kesehatan karena terbatasnya pasokan di tengah pandemi. Berikut laporan wartawan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Salsabila Annisa Azmi, dari berbagai sumber.

Penggunaan masker untuk masyarakat umum di tengah pandemi Covid 19 telah melalui banyak perdebatan. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sebelumnya menyebutkan penggunaan masker medis diperlukan dalam dua kondisi. Pertama, apabila seseorang merawat pasien positif Covid-19 atau pasien yang diduga positif Covid-19. Kedua, apabila kita merasa sakit dan bergejala batuk dan bersin-bersin.
Masker medis yang dimaksud adalah jenis masker bedah dan masker N-95. Kemudian muncul pendapat seorang kepala petugas medis Rumah Sakit Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat, Neil Fishman. Dia mengatakan masker juga diperlukan untuk mereka yang masih harus bekerja dan berada di luar rumah di masa pandemi ini.
Belakangan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit adalah badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat (Center Disease Control Prevention/CDC) merekomendasikan penggunaan masker untuk masyarakat umum yang harus berada di luar rumah untuk bekerja.
Namun mengingat stok masker medis yang makin langka, penggunaan masker kain dapat menjadi alternatif. Tujuannya agar para tenaga medis yang sebenarnya paling membutuhkan masker medis bisa mendapatkan persediaan dengan mudah.
Tergerak karena tujuan itu, para penjahit di seluruh dunia pun telah beramai-ramai membuat gerakan menjahit masker untuk masyarakat umum. Termasuk di Indonesia.
Dilansir dari huffpost.com, ada dua jenis masker wajah yang dapat mengurangi risiko terpapar virus Corona adalah masker medis (masker bedah dan N-95). Masker bedah sebenarnya tidak ideal untuk digunakan tenaga medis untuk melawan virus Corona
Hal ini karena pori-pori pada masker ini menyebabkan kemungkinan meresapnya droplet. Akan tetapi, masker ini bermanfaat bagi masyarakat umum yang berkeliaran untuk membeli bahan makanan atau menjalankan pekerjaan. Namun masker bedah kini juga digunakan tenaga medis dengan cara dikenakan dobel.
Masyarakat pun kemudian diimbau untuk menggunakan masker kain jika keluar rumah agar ketersediaan masker medis tetap tercukupi bagi petugas kesehatan. Untuk masker kain, ada bahan-bahan terbaik yang direkomendasikan.
Sebuah studi tentang masker wajah buatan rumah oleh smartairfilters.com menemukan bahwa kaus katun adalah bahan terbaik di rumah untuk membuat masker wajah buatan tangan sendiri. Bahan-bahan itu mampu untuk menangkap partikel namun tetap dapat digunakan untuk bernapas. Bahkan bahan-bahan ini dapat dibandingkan dengan masker bedah.
Dilansir dari Okezone, Vladmir Zdimal Kepala Departemen Kimia dan Fisika Aerosol, Akademi Sains di Cheska mengatakan jika menggunakan masker kain meskipun terlihat sederhana mampu mencegah hingga 100% penyebaran droplet.
Penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian jurnal yang berjudul Testing the Efficacy of Homemade Masks: Would They Protect in an Influenza Pandemic? (Menguji Kekuatan Masker Rumahan: Bisakah Melindungi di Tengah Pandemi Flu?).
Di dalam penelitian tersebut disebutkan masker bedah maupun kain signifikan mengurangi jumlah mikroorganisme yang tersebar meskipun masker bedah tiga kali lebih efektif dalam memblokir transmisi dibanding masker kain buatan sendiri.
Terkait dengan manfaat penyaringan, semua jenis kain yang diuji yaitu kaus, syal, katun campuran, linen dan sutra juga menunjukkan kemampuan untuk memblokir aerosol mikro.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mengatakan masker kain masih efektif untuk mencegah penularan Covid-19. “Efektivitas memang lebih rendah dari masker medis, tapi untuk perlindungan masyarakat umum, itu bermakna dan sudah dibuktikan di negara lain yang secara masal menggunakan masker. Itu [masker kain] akan menghambat droplet, yang berpotensi menular kepada orang lain di sekitarnya. Itu istilah percikan ludah, itu kan ketika orang bicara, bernapas, batuk, bersin, ada itu sebetulnya ada droplet ikut bersamaan,” ucap Humas IDI Halik Malik, Minggu (5/4).
Menurut Malik, imbauan pemerintah bukan tanpa alasan. Namun, mengingat kondisi masker medis yang saat ini langka di pasaran, penggunaan masker kain sangat disarankan. “[Masker kain] akses lebih mudah diperoleh. Karena lebih mudah diproduksi dan dibagikan. Kemudian bisa cuci ulang dengan mudah. Pertimbangan ke dua, saat ini masker medis alami kelangkaan sehingga perlu diprioritaskan kepada petugas medis yang secara langsung tangani pasien,” ucap Malik.
Sebelumnya, pemerintah mengkam­panyekan agar masyarakat menjalani rekomendasi WHO untuk memakai masker saat berpergian atau ke luar rumah. Pemerintah meminta masyarakat menggunakan masker kain.
Harus Tepat
WHO juga mengingatkan penggunaan masker apapun hanya efektif ketika digunakan bersama dengan perilaku cuci tangan yang tepat. Sebelum menggunakan masker ada beberapa cara aman yang harus dilakukan. Pertama, bersihkan tangan dengan alkohol atau sabun dan air. Tutupi mulut dan hidung dengan masker dan pastikan tidak ada celah antara wajah dan masker.
Kedua, hindari menyentuh masker saat menggunakannya. Jika sudah terlanjur, bersihkan tangan dengan alkohol atau sabun dan air. Selain itu, saat selesai digunakan kita harus membuang masker dengan cara yang tepat.
Dilansir dari detik.com selain hal-hal di atas, beberapa aturan penting pakai masker kain di bawah ini juga perlu dilakukan ketika menggunakan masker kain. Selalu gunakan masker penutup wajah dengan orientasi yang sama.
Gunakan sisi yang sama untuk di bagian luar (sisi yang terkontaminasi). Jangan membolak-balikkan sisi penggunaan masker. Oleh karena itu disarankan dalam membuat masker kain, buat kedua sisi dengan warna berbeda agar bisa ingat sisi mana yang jadi bagian luar dan dalam.
Setelah digunakan, pengguna harus rutin mencuci masker kain menggunakan mesin cuci. Hal itu akan membantu menghilangkan setiap residu partikel virus atau bakteri yang mungkin mencemari bagian luar masker. Usahakan setelah dicuci dikeringkan di mesin cuci dengan suhu yang tinggi.
Bagi orang-orang yang tidak berada di bidang medis, fungsi utama dari masker adalah untuk membantu mencegah seseorang menyebarkan virus ke orang lain. Hanya kecil kemungkinannya masker dapat membuatmu tetap aman. Cara terbaik untuk melindungi diri dari bahaya infeksi virus Corona adalah dengan melakukan isolasi diri di rumah. Dan mematuhi protokol karantina mandiri. (salsabila@harianjogja.com)

redaksi@solopos.co.id