LIGA PREMIER INGGRIS Liverpool Akui Salah

LIVERPOOL—Liverpool mengajukan permintaan maaf dan batal menggunakan jaminan pemerintah Inggris untuk membayar karyawan mereka yang dirumahkan selama pandemi virus corona. Langkah Liverpool tersebut diambil setelah dihujani kritik dari berbagai pihak termasuk suporter dan mantan pemain mereka.
Permintaan maaf itu di­sampaikan CEO Liverpool, Peter Moore, yang mengakui bahwa klub salah mengambil keputusan dari tiga opsi yang tersedia mengenai ba­yaran para karyawan yang dirumahkan.
”Kami sadar telah mengambil keputusan keliru pekan lalu mengumumkan berencana mengajukan Skema Retensi Virus Corona pemerintah dan merumahkan karyawan selama masa penangguhan Liga Premier, kami memohon maaf sebesar-besarnya atas itu,” kata Moore dalam suratnya yang disiarkan laman resmi Liverpool, Selasa (7/4) dini hari WIB.
Moore menegaskan Liver­pool masih berkomitmen tetap memastikan para karyawan tidak terbelit dalam kesu­litan ekonomi karena pandemi virus corona. ”Oleh karena itu, kami akan mencari jalan alternatif untuk tetap beroperasi kendati tidak ada pertandingan dan memastikan tidak akan mengajukan jaminan dari pemerintah,” tulis Moore.
Liverpool sebelumnya be­rencana merumahkan para karyawannya karena dampak pandemi virus corona membuat Liga Premier tertangguhkan.
Selama dirumahkan, ren­cananya para karyawan tetap mendapat bayaran yang diperoleh dari jaminan pemerintah Inggris, tetapi langkah itu disambut hujan kritik dari para suporter yang menilai klub tidak layak mengajukan hal serupa mengingat pendapatan mereka yang besar. (JIBI/Antara)