SEPAK BOLA INDONESIA PSSI Siapkan Opsi Kompetisi Lain

JAKARTA—PSSI menyiapkan sejumlah opsi menyusul penghentian Liga 1 Indonesia dan Liga 2 Indonesia sebagai imbas pandemi virus corona.

Salah satunya opsi dari PSSI adalah membuat kompetisi pengganti pada September nanti. Hal itu disampaikan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, di sela-sela rapat dengan Komisi X DPR, pada Rabu (8/4), melalui aplikasi Zoom.
Dia menyikapi pertanyaan salah satu anggota Komisi X terkait langkah yang diambil PSSI seandainya wabah terus berkelanjutan.
”Kami sudah keluarkan Surat Keputusan terkait penyetopan Liga 1 dan 2. Di surat itu, kami sampaikan jika Covid-19 berhenti sebelum 29 Mei, Liga akan dimulai kembali 1 Juli. Masih ada waktu enam bulan untuk menyelesaikan liga,” kata pria yang karib disapa Iwan Bule itu.
Dia juga telah menyiapkan opsi lain seandainya pemerintah belum mencabut status darurat pandemi, dengan terpaksa liga ditiadakan.
”Kami tidak bisa melanjutkan pertandingan-pertandingan karena waktunya tidak memungkinkan untuk menyelesaikan Liga 1 dan 2. Hal ini sudah kami komunikasikan dengan beberapa pemilik klub Liga. Kami tidak berani jika pemerintah belum mengizinkan berkaitan dengan pencabutan Covid-19 ini,” lanjut Iwan Bule.
”Kami juga menyiapkan opsi lain apabila September nanti selesai [virus corona], kami akan minta izin kepada pemerintah untuk mengadakan kompetisi khusus. Seperti Liga Indonesia atau lain sebagainya untuk penamaannya,” ungkap Iwan Bule dikutip detik.com, Rabu.
”Itu pun akan kami lakukan dengan komunikasi bersama beberapa klub yang ada. Dengan begitu bisa mengisi kekosongan sisa waktu sampai akhir tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, mengatakan pemerintah telah mengambil beberapa langkah dan upaya dalam berbagai sektor untuk mencegah penyebaran virus corona.
Zainudin menyebutkan dalam bidang olahraga, kompetisi profesional seperti sepak bola, basket, dan voli mengalami penundaan hingga Juli mendatang. ”Kalau bulan Juli kondisi belum reda, kemungkinan akan diperpanjang lagi,” kata Menpora, Selasa (7/4).
Menpora menyatakan seluruh pertandingan dan turnamen sudah tidak ada lagi sampai Juli 2020. Menpora juga menyebutkan pelatnas dilakukan secara mandiri.
”Berarti hanya menjaga kebugaran dari para atlet saja, supaya mereka bugar dan daya tahan bagus. Kalau daya tahan bagus dia punya fisik bagus,” kata dia. (JIBI)

Tri Wiharto
redaksi@koransolo.co