USTON NAWAWI 3 Kali Alami Kompetisi Berhenti

JAKARTA—Legenda hidup Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, tiga kali merasakan kompetisi dihentikan.
Penghentian Liga Indonesia itu dirasakan Uston pada 1998, 2015, dan 2020. Di 1998 dan 2015, Uston masih menjadi pemain. Untuk yang teranyar ia sudah beralih profesi menjadi pelatih.
Kondisi itu membuatnya menjadi satu dari sedikit pelaku sepak bola nasional yang merasakan pahitnya kompetisi berhenti sebanyak tiga kali. Baik itu sebagai pemain maupun pelatih.
Pelatih berusia 41 tahun menyatakan penghentian Liga Indonesia 1998 jadi pengalaman paling buruk. ”Kalau menurut saya 1998 kondisinya lebih parah. Begitu ada kerusuhan langsung force majeure, semua langsung berhenti total,” kata Uston dikutip dari detik.com, Rabu (8/4).
”Jadi kompetisi libur selama satu tahun. Kalau ini [Liga 1 2020] kan sementara saja. Mudah-mudahan bisa lah kalau ini dilanjutkan,” ujarnya.
Selain itu, Persebaya bisa dibilang jadi klub yang paling dirugikan dari dihentikannya Liga Indonesia 1997/998. Saat itu Bajul Ijo sedang memimpin klasemen Grup Barat. Namun, Uston sebagai pemain memahami kondisi itu. Maklum, kerusuhan terjadi dimana-mana imbas krisis moneter yang memunculkan ketidakstabilan ekonomi, sosial, dan keamanan di berbagai penjuru Tanah Air.
”Situasinya memang enggak kondusif, banyak kerusuhan itu, rawan, lebih rawan. Liga masih jalan sebelum dihentikan, tapi setelah kerusuhan ya nggak ada pertandingan lagi,” tuturnya.
”Kami di atas [klasemen]. Setelah itu kami masih stabil karena musim 1999 [Liga Indonesia 1998/1999] masuk final tapi gak juara. Persebaya bagus, karena kedalaman skuatnya bagus,” ucap Uston.
Sementara pada 2015, Uston sudah memasuki masa senja sebagai pemain profesional. Saat itu ia tercatat sebagai pemain Deltras Sidoarjo yang berkompetisi di Liga Nusantara. ”Tahun 2015 saya pensiun, sebenarnya belum. Cuma karena kompetisi dilarang bergulir, akhirnya saya pensiun,” tuturnya.
Nyatanya 2015 bukan pengalaman terakhir buatnya merasakan kompetisi dihentikan. Kali ini ia merasakan lagi meski sudah berganti peran di pinggir lapangan sebagai asisten pelatih Persebaya. (JIBI)