Di Rumah Tak Kurangi Ketaatan

JAKARTA—Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk melaksana­kan kegiatan tarawih di rumah masing-masing. MUI menyampaikan ibadah Ramadan di rumah tidak akan mengurangi ketaatan kepada Allah SWT.
”Kebiasaan ibadah di masjid dan musala dan tarawih yang biasanya kita syiarkan dengan berbagai aktivitas keagamaan kita geser syiar itu ke kediaman masing-masing. Sungguh penggeseran dari masjid ke kediaman tidak mengurangi seinci pun ketaatan kepada Allah,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Asrorun Niam Soleh dalam siaran langsung di akun YouTube BNPB, Sabtu (18/4) sebagaimana dikutip Detik.
Mengutip sebuah hadis, menurut Asrorun rumah se­yogianya rumah diisi oleh ke­giatan beribadah.
”Bahkan Rasulullah di dalam riwayat hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori menjelaskan pastikan bahwa rumah-rumah kita diterangi dengan aktivitas salat dan juga tilawah, jangan jadikan rumahmu bak kuburan yang tidak pernah dilakukan aktivitas ibadah dan cahaya Al-Qur’an,” tuturnya.
Lebih lanjut Asrorun menye­but pandemi Covid-19 memberikan hikmah tersendiri di bulan Ramadan. Selain masyarakat bisa meningkatkan keimanan di rumah masing-masing, keharmonisan rumah tangga juga terjaga dengan memperbanyak ibadah di rumah.
”Hari ini dengan wabah Covid-19 menjadi hikmah agar rumah bisa terang bisa di­pancarkan oleh cahaya Al-Qur’an melalui aktivitas ibadah. Jangan sampai rumah kita gelap bagai kuburan. Seolah-olah menjadi pusat pertengkaran karena tidak adanya harmoni antarsatu dengan yang lain anggota keluarga,” ucapnya.
Pandemi menjadi momen­tum seluruh umat untuk meningkat­kan keimanan dan ketaqwaan dengan memperbanyak ibadah di rumah masing-masing.
”Kita jadikan rumah jadi pusat kegiatan ibadah,” pintanya. (Detik)